HTTP Status[404] Errno [0]

Begini Cerita Terbongkarnya Pernikahan Sesama Jenis Di Bulukumba

28 September 2017 19:35
Begini Cerita Terbongkarnya Pernikahan Sesama Jenis Di Bulukumba
Andi Zainal bersama Plt.Kadis PPPA Hj.Darmawati di rumah Amri orang tua Uni
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Andi Zainal Abidin, bersama Nenek Norma dan Umar mengungkap kronologis terbongkarnya pernikahan sejenis di Ere Lebu Bontotiro

BugisPos, Bulukumba.-Simpang siur informasi terkait pernikahan sejenis antara Sarifah Nurul Husna Binti Amri dengan Rahmat Yani Bin Ramlan di Lingkungan Ere Lebu Barat, Kelurahan Eka Tiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba dibongkar kepala Dusun Ere Lebu Barat Andi Zainal Abidin.

Plt.Kadis PPPA Hj.Darmawati bersama tim, serta wartawan Bugispos.com foto bersama dengan Uni perempuan yang menikah dengan sesama perempuan

Tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dipimpin langsung Hj. Darmawati Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kamis (28/9) bertemu langsung dengan Kepala Lingkungan Ere Lebu Barat Andi Zainal, didampingi Nenek Norma dan Umar paman Uni.

Andi Zainal Abidin dihadapan Plt. Kadis PPPA Hj.Darmawati, mengungkapkan bahwa Sarifah Nurul Husna Alias Uni dan Rahmat Yani dinikahkan oleh Safaruddin Imam Mesjid Arrida Kampung Baru Lingkungan Ere Lebu Barat.

” Saat itu Rahmat Yani membawa uang panai sebesar Rp.30 juta, mahar sebidang tanah beserta emas 3 gram, dan keduanya dinikahkan layaknya pernikahan biasa, antara seorang wanita dengan pria,” jelasnya.

Pada awalnya tidak ada kecurigaan dari pihak keluarga Sarifah Nurul Husna maupun pemerintah setempat, jika Rahmat Yani berjenis kelamin perempuan.

Sebagai kepala lingkungan, Zainal Abidin, resah karena warganya telah menikah siri pada hari Minggu 17 September 2017. Dan sehari setelah pesta, Zainal mendatangi rumah Amri untuk mengupayakan proses pernikahan secara resmi dan terdaftar di KUA.

Zainal pun mencari tahu siapa sebenarnyavRahmat Yani ke kampung Rahmat Yani di desa Pataro Kecamatan Herlang. Dari hasil kunjungannya di Pataro diketahui, kalau Rahmat Yani dan Nurul Husna tidak bisa dinikahkan secara resmi karena Rahmat Yani tidak direstui keluarganya.

Belakangan, setelah ditelusuri melalui Olleng, sepupu Rahmat Yani, menyebut kalau seorang perempuan.

Hari itu juga, Zainal mendatangi rumah Amri mencari Rahmat Yani. “Kamu sebenarnya laki-laki atau perempuan?,” tanya Zainal Abidin saat itu. Namun, Rahmat Yani bersikukuh mengatakan dirinya laki-laki dan bergegas keluar rumah menuju rumah kakek angkatnya Lajju Siga, di Lingkungan Tarampang, Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari.

Zainal Abidin pun menghubungi Suharman anggota Polsek Bontobahari, bersama sama menuju ke rumah Lajju Siga.

Di rumah Lajju Siga, Suharman memeriksa Rahmat Yani dibantu Lajju Siga dan Zaenal Abidin. Hasilnya, dalam tas rangsel milik Rahmat Yani ditemukan satu set alat kelamin laki-laki palsu, dua buah KTP dan foto copy SIM yang diduga palsu.

Melihat barang aneh itu, Syamsidar Saleh ibu kandung Nurul Husna pun histeris. “ Saat itu saya menangis dan merasa sakit hati telah ditipu dan dibohongi oleh Rahmat Yani,” ucap Syamsidar saat ditemui tim Dinas PPPA bersama wartawan Bugispos.com di rumah Lajju Siga.

Syamsidar pun menemui menantu barunya, sambil menangis. ” Kenapa kamu tipuka nak, padahal saya sayangko, kamu bikin malu saya sekeluarga,” kata Syamsidar spontan Rahmat Yani membalas dengan meminta agar dibunuh saja.

Andi Zainal bersama Plt.Kadis PPPA Hj.Darmawati di rumah Amri orang tua Uni

” Ambilmaki pisau, bunuhma mama,” kata Rahmat dan saat itu juga sekira pukul 02.00 Rahmat Yani dibawa ke Mapolsek Bontobahari oleh Suharman, A.Zainal dan Syamsidar.- SUAEDY LANTARA,-

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya