HTTP Status[404] Errno [0]

Ciddakko, Legislator Sulbar Tersangka Dugaan Korupsi

04 October 2017 23:52
Ciddakko, Legislator Sulbar Tersangka Dugaan Korupsi
Press release yang disampaikan Kejati Sulselbar Jan S Maringka, keempat legislator tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap pihak paling bertanggungjawab dalam dugaan korupsi APBD tahun 2015-2016.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Press release yang disampaikan Kejati Sulselbar Jan S Maringka, keempat legislator tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap pihak paling bertanggungjawab dalam dugaan korupsi APBD tahun 2015-2016.

BugisPos.com — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menetapkan 4 legislator Sulbar sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi anggaran Aspirasi APBD tahun 2015-2016.

Dalam press release yang disampaikan Kejati Sulselbar Jan S Maringka, keempat legislator tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap pihak paling bertanggungjawab dalam dugaan korupsi APBD tahun 2015-2016.

“Keempat tersangka yaitu inisial AM (Ketua DPRD Sulbar) dan tiga dari Wakil Ketua yakni MW, HHH dan HH,” ujar Kejati Sulselbar Jan S Maringka, Rabu (04/10/2017).

Para tersangka yang kedudukannya sebagai unsur Pimpinan DPRD Provinsi Sulbar telah menyepakati besaran nilai pokok pikiran TA 2016 dengan total nilai anggaran sebesar Rp360 miliar.

Namun jumlah yang terealisasi dari TA 2016 untuk program pembangunan daerah hanya sebesar Rp80 Miliar. Sisa anggaran diduga dibagikan kepada Pimpinan maupun Anggota DPRD yang berjumlah 45 orang.

Disinggung mengenai apakah masih ada calon tersangka lain, Kejati Sulselbar menjelaskan, kemungkinan akan ada tersangka lainnya.

Modus korupsi yang para oknum pejabat ini lakukan adalah dengan meminjam perusahaan dan menggunakan orang lain sebagai penghubung (tim sukses, keluarga/kerabat, dan orang kepercayaan).

Sedangkan dana kegiatan pada realisasinya digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya melainkan untuk kepentingan pribadi dan fee proyek.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka melanggar UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Atas UU nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, terutama pasal 12 huruf (1).

Pasal lain yang disangkakan adalah pasal 12 dan pasal 3 jo pasal 64 UU nomor 20 tahun 2001, perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor. – Ali –


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya