HTTP Status[404] Errno [0]

Relawan KSR PT Ujung Tombak PMI

06 October 2017 21:35
Relawan KSR PT Ujung Tombak PMI
Oleh : Muh. Afdal
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos — Bila melihat sejarah kemerdekaan Indonesia, proses berdirinya Palang Merah Indonesia disingkat PMI, sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873 dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indie (NERKAI) di era Pemerintaha Kolonial Belanda yang kemudian dibubarkan ketika jepang menduduki. Perjuangan terus belanjut, tahun 1932 Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan kembali merumuskan Palang Merah Indonesia, hal ini mendapat banyak simpatisan dan dukungan dari kalangan terpelajar Indonesia yang kemudian diajukan dalam Konferensi NERKAI pada tahun 1940, lagi-lagi di tolak. Selanjutnya nama Palang Merah Indoensia diubah menjadi Badan Palang Merah Nasional, namun pemerintah Tentara Jepang tetap menolaknya.

Setelah Indonesia merdeka, Presiden Soekarno menginstruksikan kepada Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Tepat 3 September 1945 proses pembentukan PMI dimulai dan dibentuknya panitia lima yang terdiri dari Dr. R. Mochtar selaku Ketua, Dr. Bahder Djohan selaku penulis, kemudian Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr. Boentaran mempersiapakan deklarasi pembentukan. Sebulan setelah Indonesia merdeka, PMI diresmikan yang jatuh pada 17 September 1945 sekaligus diperingati sebagai Hari Lahri Palang Merah Indonesia.Pak Hatta selaku Wakil Presiden RI pertama melantik dirinya sebagai Ketua PMI pertama. Hal ini menunjukkan bahwa PMI adalah bagian dari tatanan kemerdekaan Republik Indonesia. Tentunya dimasa kemerdekaan PMI memegang mandat bagaimana memberikan pertolongan pertama kepada korban yang membutuhkan. Selain itu, Peran PMI adalah membantu pemerintah dibidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerhaan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No. 59. Selanjutnya, Keputusan Presiden No. 25 Tahun 1950 sebagai Perhimpunan Nasional yang sah dan Keputusan Presiden No. 246 Tahun 1963 sebagai satu-satunya organisasi Perhimpunan Nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan.

PMI sebagai organisasi yang bergerak dibidang kemanusiaan telah ada sejak tahun 1945, hal ini menunjukkan eksistensi PMI sebagai organisasi kemanusiaan telah memberikan konstribusi nyata terhadap bangsa dan Negara.PMI terdiri atas 3 komponen yakni pengurus, staf dan relawan. Sebagai organisasi kemanusiaan dengan jumlah relawan tak terbatas sampai hari ini belum ada data kongrit yang menunjukkan “Berapa jumlah relawan PMI sampai hari ini ??….”, mungkin pertanyaan ini cukup sederhana, akan tetapi pertanyaan ini mengambarkan pelayanan pengelolaan sumber daya anggota PMI sampai hari ini belum maksimal. Salah satu Divisi yang membidangi pengelolaan sumber daya anggota yakni Divisi Relawan. Olehnya itu staf yang membidangi divisi relawan harus memiliki pelatihan yang khusus dalam memanajemem sumber daya manusia.

Relawan sebagai tulang punggung PMI yang bergerak tanpa mengharapkan imbalan, terjun langsung ditengah masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyakat. Sudah seyogyanya PMI memberikan program relawan yang seefisien mungkin. Perspektif relawan yang berawal dari konsep Idealis menjadi realistis. Hal ini dapat terjadi ketika staf dan pengurus dapat bersinergi dalam setiap kegiatan, kemudian PMI harus memastikan pembagian tugas dan tanggung jawab serta fungsi relawan dan staf untuk mencapai tujuan organisasi. Saat ini, tantangan yang dihadapi PMI adalah mengenai keadaan relawan dan staf. Seperti tidak adanya bentuk penghargaan yang diberikan kepada relawan setelah bertugas, relawan yang tidak di hargai, begitu pun dengan staf yang tidak mendapat upah/gaji. Hal ini juga dirasakan Perhimpunan Nasional di dunia mengenai keadaan relawan dan staf.

Relawan PMI saat ini berkembang pesat berada di ruang lingkup perguruan tinggi. Menurut UU No. 12 Tahun 2012 Perguruan Tnggi merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan Pendidikan Tinggi. Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia yang berkompeten, Perguruan Tinggi dituntut untuk mampu menjadi pusat pendidikan, pengembangan dan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi dengan sistem pendidikan yang memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memperhatikan dan menerapkan nilai-nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.

Upaya meningkatkan daya saing manusia dalam menghadapi era modernisasi, diperlukan Perguruan Tinggi dengan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan intelektual, ilmuwan professional yang berbudaya, kreatif dan inovatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh serta berani memperjuangkan kebenaran untuk kepentingan bangsa. Perguruan Tinggi dalam pelaksanaannya tentu berdasar kepada Tri Dharma Peguruan Tinggi yakni menyelami ilmu pengetahuan dan melakukan pengajaran, melakukan penelitian, dan terjun langsung di tengah masyarakat untuk mengabdikan diri.

Mahasiswa yang diidentik sebagai insan akademis dan juga memiliki kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi diri dengan melakukan pembelajaran, pencarian kebenaran ilmiah, pengembangan, dan pengalaman guna menjadi sosok intelektual, ilmuwan, praktisi, professional dan bertanggung jawab pada diri sendiri. Mahasiswa sebagai anggota civitas akademika, dimana kewajiban utama sebagai penyandang status mahasiwa yakni mengikuti jadwal perkuliahan yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi, seolah membuat mahasiswa sebagai mesin. Bila memahami lebih jauh arti mahasiswa itu sendiri, dimana definisi mahasiswa dalam KBBI adalah orang yang belajar di perguruan tinggi. Kata mahasiswa yang dimaksud belajar disini bukanlah bagaimana mahasiswa dituntut belajar sesuai disiplin ilmu, memiliki IPK tinggi, lulus dengan kategori lulusan terbaik dan mendapat predikat Cum laude. Akan tetapi, mahasiswa yang dimaksud disini adalah bagaimana mahasiswa memahami dan menjalankan peran dan fungsinya.

Peran dan fungsi yang dimaksud disini seperti : Generasi Perubahan (Agen of Change), dimana mahasiswa merupakan lidah penghubung antara rakyat dan pemerintah bila ada sesuatu yang terjadi dilingkungan dan merugikan, mahasiswa dituntut bagaimana menjadi agen perubahan. Hal ini dikarenakan mahasiswa memiliki kematangan berpikir, sikap intelektual, sehingga mahasiswa adalah bagian harapan bangsa dan Negara dalam merubah dan membantu pembangunan Indonesia ke arah yang lebih baik.Generasi Pengontrol (Social Contro), dimana mahasiswa harus mampu mengendalikan keadaaan sosial yang ada dalam tatanan masyarakat. Selain memiliki kemampuan dalam akademik yang cemerlang, mahasiswa harus mampu memiliki kemampuan berkomunikasi dengan komunikasi mahasiswa diharapkan mampu bersosialisasi dan lebih dekat lingkungan sekitar. Ketika mahasiswa terjun ditengah lapisan masyarakat, secara tidak langsung akan muncul sikap kepedulian, tanggung jawab, memiliki kepekaan dan berkontribusi nyata kepada masyarakat.Generasi Penerus (Iron Stock), mahasiswa sebagai aset/generasi penerus bangsa di kemudian hari, mahasiswa dituntut menjadi manusia-manusia berjiwa besi yang memiliki kemampuan dan budi pekerti sebagai bentuk kesiapan dalam menyongsong masa depan.Gerakan Moral (Moral Force), mahasiswa dituntut bagaimana menjaga norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakan dan menjadi pelopor dalam menegakkan norma-norma yang telah ada.

Peran dan fungsi mahasiswa ini tidaklah berlajan sebagaimana mestinya bila mahasiswa hanya memiliki rutinitas sebagai penggiat akademik, melainkan peran dan fungsi ini berjalan bila teraktuliasasi dalam sebuah wadah yakni organisasi kemahasiswaan. Salah satu organisasi yang ada di Perguruan Tinggi adalah Unik Kegiatan Mahasiswa yang disingkat UKM. Organisasi ini merupakan wadah mahasiswa dalam menyalurkan bakat, minat dan aspirasi mahasiswa. Bahwasanya organisasi dibentuk oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa, sehingga organisasi mahasiswa mengharuskan memiliki AD/ART tersendiri demi tercapainya tujuan organisasi. Organisasi mahasiswa juga tidak boleh keluar dari koridor tugas dan fungsi perguruan tinggi yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi, tanpa harus menghilangkan daya kritis dan tetap berjuang atas nama mahasiswa demi kepentingan bangsa dan Negara.

KSR PT yang merupakan singkatan dari Korps Suka Rela Perguruan Tinggi adalah sebuah organisasi kemanusiaan atau kepalangmerahan yang ada di ruang lingkup Perguruan Tinggi berkedudukan ditingkat universitas, memiliki jalur non-struktural dengan universitas begitu pun dengan Palang Merah Indonesia yang disingkat PMI. KSR PT sebagai organisasi intra kampus yang sangat konsiten dan resisten menjadikan dirinya sebagai organisasi ujung tombak PMI.

KSR PT sebagai patron dalam mencetak sumber daya relawan PMI, sudah seharusnya PMI menata dengan baik dan memberikan perhatian khusus kepada relawan-relawan yang ada di KSR PT, sebagai bentuk upaya dukungan dan mengakui bahwa KSR PT adalah ujung tombak PMI. Hal ini diakui pula oleh Bapak Syamsul Rizal atau biasa disapa dengan sebutan Daeng Ical selaku Ketua PMI Kota Provinsi mengakui bahwa KSR PT adalah ujung tombak dalam mencetak generasi-generasi relawan-relawan PMI.

Saat ini, permasalahan yang sering terjadi antara KSR PT dengan PMI mengenai aturan-aturan yang berlaku. Hal ini di karenakan kurangnya sosialisasi aturan PMI kepada KSR PT. Menurut Daeng ical, hal ini disebabkan PMI masih kekurangan sumber daya anggota sehingga masih banyak yang perlu dibenahi dalam tubuh PMI.Tepat tanggal 17 September 2017 usia 72 tahun PMI sudah seyogyanya dapat meminimalisir setiap kesalahan yang ada, tetapi perlu dipahami pohon yang semakin tinggi akan semakin kuat angin menerpanya begitu pula dengan PMI. KSR PT yang senantiasa menjaga eksistensi PMI, dengan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang dilakukan oleh KSR-KSR secara tidak langsung nama PMI ikut diperkenalkan baik di lingkungan pemerintahan/instansi hingga ke masyarakat (*)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya