HTTP Status[404] Errno [0]

Matemija, Pernyataan Wakapolda Sulsel Tuai Kecaman

08 October 2017 19:38
Matemija, Pernyataan Wakapolda Sulsel Tuai Kecaman
Wakapolda Brigjen Pol Drs Mas Guntur Laupe, SH, saat melakukan konferensi pers.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Wakapolda Brigjen Pol Drs Mas Guntur Laupe, SH, saat melakukan konferensi pers.

BugisPos.com — Pernyataan Wakapolda Brigjen Pol Drs Mas Guntur Laupe, SH, saat melakukan konferensi pers, Sabtu (7/10/2017) di Cafe Kita Puang Tabe Jalan Landak Lama kembali disoroti beberapa kalangan Pemuda dan Mahasiswa.

Celebes Law and Transparancy (CLAT) yang juga merupakan kOrganisasi Kepemudaan bagi korban Arialdi Kamal dan Nur Parawansyah, turut menanggapi sikap Polda Sulsel terhadap tindakan oknum Dit Sabhara saat melakukan penertiban di Jln Urip Sumohardjo depan Kampus Pasca Sarjana UMI, Jumat 6 Oktober 2017, dini hari.

Mereka menilai Polda Sulsel tidak konsisten dalam mengeluarkan pernyataan, dan ini dianggap sebagai sikap tidak bijaksana suatu institusi dalam merespon kritik dan keluhan masyarakat.

“ Kedua mahasiswa adalah korban sikap brutal oknum Dit Sabhara Polda Sulsel. Keduanya adalah bagian dari Keluarga Besar Celebes Law and Transparancy, sehingga kami merasa sangat kecewa dengan pernyataan Wakapolda” protes Muhammad Irvan Sabang yang merupakan Ketua Umum CLAT, Minggu (08/10/2017).

“Apalagi dengan sikap Institusi Polda Sulsel yang menganggap kedua korban mahasiswa adalah kawanan geng motor atau begal yang sering meresahkan warga masyarakat, ” protesnya lagi.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan CLAT, mereka mempertanyakan pernyataan Wakapolda Sulsel yang kembali mengatakan bahwa adanya korban akibat peluru nyasar ? Sedangkan penembakan itu terjadi sesaat setelah korban dihampiri oleh oknum aparat tersebut.

Lanjut Ketua CLAT, sementara Berbeda dengan pernyataan Wakapolda, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani sebelumnya mengungkapkan bahwa korban penembakan tersebut merupakan kawanan geng motor yang sering membuat onar, terutama di Jalan Urip Sumuhardjo, dan tindakan aparat saat itu sesuai dengan prosedur, serta laporan mahasiwa yang menjadi korban pada Jumat pagi adalah bohong, karena mereka ingin membangun opini seolah-olah merekalah korban dari tindakan aparat dalam melakukan penertiban.

“Langkah yang diambil aparat kepolisian terkait insiden tersebut sudah benar untuk menjaga situasi keamanan di Kota Makassar dari gangguan geng motor yang kerap merasakan masyarakat, apa yang dilaporkan mahasiswa tadi pagi di Polda Sulsel adalah bohong alias tidak sesuai fakta dilapangan. Mereka membentuk opini seolah-olah mereka adalah korban,” ungkap Irvan meniru pernyataan pers Dicky melalui Whatsappnya, Jum’at (6/10/2017) malam.

Menanggapi sikap Polda Sulsel yang dianggap cenderung melindungi anggotanya, serta menganggap korban adalah anggota geng motor, CLAT menuntut profesionalisme Polda Sulsel, dan meminta Polda Sulsel jangan bersikap kekanak-kanakan menanggapi insiden ini.

“Kami akan terus kawal proses ini bersama organisasi lain dan sasarannya kami menuntut profesioanlisme Polda Sulsel, jangan kekanak-kanakan menyikapi insiden ini. Tidak pantas jika Polda Sulsel menanggapi semua tanggapan dan kecaman dari berbagai kalangan pemuda mahasiswa sebagai tindakan politisasi.

Karena semua sikap kami adalah bagian kepedulian kami terhadap sesama generasi muda Sulsel, dan ingin memastikan bahwa tidak boleh ada kesewenangan aparat dalam menjalankan tugas. Apalagi Polri, yang seharusnya melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat”, tegas Irvan Sabang.

“Insiden ini tidak bisa dibiarkan, Pimpinan Polda Sulsel harus tegas terhadap oknum aparat bersangkutan, karena tindakan ini akan berdampak pada mental generasi muda terutama di kalangan mahasiswa, kami akan menganggap tindakan main pukul dan tembak adalah hal yang biasa, karena aparat yang seharusnya menjadi teladan pun telah melakukannya” ungkap Irvan.

Ditanya soal sikap lanjut dari kalangan mahasiswa dan pemuda yang telah menyampaikan kecamannya, Irvan mengatakan semua organisasi baik instra maupun ekstra telah melakukan koordinasi untuk dalam waktu dekat akan melakukan aksi setelah adanya keterangan Wakapolda yang malah menimbulkan kecaman.

“Koordinasi lintas organisai intra maupun ekstra telah kami bangun, kemungkinan dalam waktu dekat kami akan lakukan aksi demonstrasi. Harapan kami ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama bagi aparat agar tidak semenah-menah dalam mengambil tindakan, kuncinya aparat jangan didik pemuda jadi brutal” tutup Ketua Umum CLAT. (**)


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya