HTTP Status[404] Errno [0]

Panglima TNI : Politik TNI Adalah Politik Negara

08 October 2017 12:35
Panglima TNI : Politik TNI Adalah Politik Negara
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos.com — Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mempertegas pidato Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa Politik TNI itu adalah Politik Negara seperti yang disampaikan pada acara HUT TNI yang ke 72 di Cilegon, Banten, 5 Oktober yang lalu.

Mengulang pernyataan diatas, Gatot kembali mempertegas pernyataan tersebut dalam acara Talk Show Rosy yang dipandu oleh salah satu penyiar kondang Rosy Silalahi disalah satu TV swasta pada Sabtu (07/10/2017).

Dalam acara tersebut sejumlah pertanyaan yang diajukan Rosy mulai dari pertanyaan ringan yang sifatnya seremoni hingga pertanyaan yang sedikit “nakal” yang memang juga merupakan pertanyaan publik.

Salah satu pertanyaan yang menjadi perhatian publik yaitu Panglima TNI sedang berpolitik, ini dijawab dengan lugas oleh Gatot bahwa apa yang disampaikan selama ini, adalah bentuk kewaspadaannya sebagai prajurit TNI sejati yang tak ingin bangsanya terpecah seperti di Iraq dan Suriah.

“Sampaikan kepada saya satu bukti, bahwa saya sedang berpolitik !” tantang Gatot.
“Karena saya sebagai prajurit TNI hanya menjaga dan mengingatkan tentang kewaspadaan nasional, karena politik TNI itu adalah politik Negara” tegasnya lagi.

Disinggung tentang pernyataannya di Cilangkap beberapa waktu yang lalu yang mengatakan bahwa ada sebuah institusi diluar TNI dan Polri yang mengimpor 5000 pucuk senjata dihadapan para Purnawirawan TNI serta para Veteran. Gatot dengan lugasnya menjawab bahwa pernyataannya di Cilangkap beberapa waktu yang lalu bukan rilis untuk dipublikasikan kepada publik tapi bentuk kewaspadaan untuk keutuhan NKRI.

“Mereka yang hadir di Cilangkap adalah para pemimpin saya yang sangat mencintai negaranya, dan itu hanya sekedar informasi untuk para sesepuh TNI bukan laporan intelejen. Karena beda yang mana sifatnya informasi dan mana yang bersifat laporan intelejen. Laporan intelejen itu harus saya laporkan kepada pimpinan saya yaitu Presiden” ulasnya.

Acara yang berdurasi sekitar 1 jam lebih itu, mengupas lebih lanjut tentang survei yang dilakukan salah satu lembaga survey yang mendapatkan pendapat mayoritas votter memilih tidak mempercayai kejadian G30S PKI, yang mana Gatot memberikan arahan agar film tersebut ditayangkan kembali. Gatot dengan ekspresi santai kembali menjawab dengan ilmiah dan masuk akal. Dia mengatakan bahwa karena hasil survey seperti itulah yang mengkhawatirkan saya untuk memutar kembali peristiwa sejarah yang mereka belum ketahui. Perlu diketahui bahwa para votter itu lahir sekitar medio 80 hingga 90 an, yang mana sejak tahun 1988 film ini sudah tidak pernah diputar lagi. Sehingga pemutaran film ini perlu diputar lagi agar para generasi muda dapat mengetahui ada peristiwa kelam yang pernah terjadi pada bangsanya.

Diakhir acara yang bertajuk “Panglima TNI dalam pusaran politik” kembali menegaskan kepada masyarakat bahwa dia adalah prajurit TNI sejati yang mana Politik TNI adalah Politik Negara. – One –


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya