HTTP Status[404] Errno [0]

Terkait Penertiban Aksi Balap Liar, Begini Jawaban Wakapolda !

08 October 2017 19:25
Terkait Penertiban Aksi Balap Liar, Begini Jawaban Wakapolda !
Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Mas Guntur Laupe melakukan press comference terkait penertiban aksi balap liar di Jalan Urip Sumiharjo pada Sabtu (07/10/2017)
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Mas Guntur Laupe melakukan press comference terkait penertiban aksi balap liar di Jalan Urip Sumiharjo pada Sabtu (07/10/2017)

BugisPos.com — Aksi penertiban balap liar yang dilakukan personil Turjawali Sabhara Polda Sulsel pada Jumat 06 Oktober 2017 yang mengundang kekisruhan karena salah satu mahasiswa disinyalir terkena tembakan peluru karet yang berbuntut pelaporan mahasiswa bersangkutan terhadap oknum anggota Polda Sulsel yang dianggap menyalahi Protap.

Untuk meredam kekisruhan serta polemik yang berkepanjangan, maka pihak Polda Sulsel melalui Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Mas Guntur Laupe melakukan press comference terkait penertiban aksi balap liar di Jalan Urip Sumiharjo yang menuai protes pada Sabtu (07/10/2017) pukul 20.30 Wita malam di Cafe Kita Puang Tabe Jalan Landak Lama, Makassar.

Dalam uraiannya Wakapolda menceritakan kronologis peristiwa pada malam itu, yang mana personil Sabhara Polda Sulsel yang lagi stand by di Pos Lantas Fly Over mendapatkan laporan dari sejumlah warga yang melaporkan ada sekumpulan geng motor melakukan balapan liar. Mendapatkan laporan, kedua personil menuju kelokasi untuk membubarkan balap liar. Alih-alih bubar, massa melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menggunakan busur anak panah.

“Anak-anak kita itu tidak mau dibubarkan sehingga personil melakukan tembakan peringatan keatas dengan menggunakan peluru karet. Kemungkinan peluru yang ditembakkan keatas itulah yang jatuh mengenai salah satu adik mahasiswa kita” urainya.

Lanjut disampaikan, “Personil kita yang kewalahan akhirnya meminta bantuan personil untuk pembubaran massa. Padahal anak-anak kita sudah diperingatkan dengan menggunakan pengeras suara, namun tak didengarkan hingga personil membubarkan massa dengan peluru karet. Perlu diketahui tembakan itu semuanya ditembakkan keatas, bukan tembakan lurus”.

“Pihak Polda sendiri, sudah mengecek keadaan adik mahasiswa kita yang jadi korban di RS Wahidin. Dia hanya menderita sedikit lecet, dan hanya menginap semalam di Rumah Sakit” urainya menjawab pertanyaan salah satu wartawan.

“Kami mewakili Polda Sulsel, telah mendatangi korban dan keluarga korban untuk menyatakan permintaan maaf, walaupun penertiban itu sudah sesuai protap” tambahnya lagi.

“Saat ini para personil yang melakukan penertiban sementara diperiksa oleh Tim Propam Polda Sulsel untuk mengetahui penertiban itu sesuai protap” jawab Polisi bintang satu alumni SMA Negeri 2 Pare-Pare ini.

Diakhir tanya jawab, wakapolda memberi pesan agar kegiatan perkumpulan membentuk geng motor itu, sudah ketinggalan zaman.

“Didaerah lain, geng motor sudah pada tidur semua, masa kita di Sulsel baru mau membentuk geng motor, itu yang mesti kita bubarkan tindakan seperti itu” tutupnya seraya memperlihatkan foto-foto kejadian penertiban termasuk foto motor personil Polda yang tertancap anak panah. – One –

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya