HTTP Status[404] Errno [0]

Matemija, Mapolda Sulsel “Diserbu” HPPMI Maros

09 October 2017 17:33
Matemija, Mapolda Sulsel “Diserbu” HPPMI Maros
HIPMI Maros saat berdemo di Mapolda Sulsel.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

HPPMI Maros saat berdemo di Mapolda Sulsel.

BugisPos.com — Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan diri Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros, menyerbu Mapolda Sulsel, dengan berunjuk rasa atas insiden penembakan peluru karet terhadap Arialdi Kamal, mahasiswa Universitas Bosowa (Unisbos), belum lama ini di depan Kampus Pasca sarjana UMI, Jalan Urip Sumiharjo, Senin (9/10/17).

Aksi yang dikoordinatori Abdul Alim ini, memprotes tindakan refresif pihak kepolisian, dalam hal ini Patmor Sabhara Polda Sulsel, atas penembakan yang mengenai punggung korbannya, saat membubarkan aksi balap liar geng motor.

“Penggunaan senjata yang mengakibatkan mahasiswa tertembak hanya karena pelanggaran kecil, merupakan bentuk arogansi dan diduga tak sesuai protap Polri yang melanggar Perkapolri No.8/2009 Pasal 47 tentang penggunaan senpi,” teriak Abdul Alim dalam orasinya.

Mahasiswa juga meminta, pernyataan Kabid Humas yang berstatemen di media, bahwa korban merupakan anggota geng motor yang dibubarkan malam itu.

Juga tentang laporan korban yang dianggap bohong besar, sangat melukai perasaan korban selaku masyarakat terdidik.

“Kami meminta kepolisian, melalui Kabid Humas untuk mencabut pernyataannya di media yang menyatakan korban anggota geng motor,” tegas Alim.

Pengunjuk rasa juga berharap agar Kapolda Sulsel, memberi tindakan tegas pada oknum Anggota Patmor Sat Sabhara Polda Sulsel yang mengambil tindakan premanisme atas penembakan itu.

Pengunjuk rasa juga mengancam jika tuntutan mereka tak dipenuhi, tetap akan melaksanakan aksi demonstrasi secara rutin dan meminta Kapolda Sulsel turun dari jabatannya.

Para pendemo ditemui oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, SIK. Menurutnya, pihak Polda tidak pernah menyebutkan bahwa mahasiswa itu adalah anggota geng motor.

“Mahasiswa adalah adik-adik kami, yang mana ada kesalahpahaman saja. Kami tidak pernah memberikan pernyataan bahwa mahasiswa adalah anggota geng motor” jawab perwira kelahiran Bengkulu ini.

Aksi protes yang dilakukan didepan Mapolda Sulsel, dijaga dengan dengan ketat oleh aparat keamanan. Setelah massa ditemui, mereka menuntut agar oknum anggota Patmor Sabhara yang bertindak diluar protap agar segera diberi sanksi.

Apabila pihak Polda masih kukuh untuk menutupi kesalahan anggotanya, mereka mengancam akan melakukan demo lebih besar dan lebih kontinyu hingga Kapolda Sulsel dicopot dari jabatannya. – One –


Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya