HTTP Status[404] Errno [0]

DP3A Sosialisasi Sekolah Ramah Anak Hingga Ke Madrasah

14 October 2017 14:02
DP3A Sosialisasi Sekolah Ramah Anak Hingga Ke Madrasah
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos, Bulukumba.-Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bulukumba sebagai kabupaten layak anak dan sebagai bagian dari Gerakan 1000 Komitmen Menuju Sekolah Ramah Anak (G-1000 Komitmen MeSRA), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bulukumba, gencar melakukan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak di sekolah-sekolah. Setelah menyasar sekolah-sekolah umum, kini sosialisasi serupa menyasar sekolah Madrasah. Seperti pada Sabtu (14/10) kegiatan sosialisasi sekolah ramah anak, dilakukan di MTSN 1 Bulukumba Desa Bontomacinna, Kecamatan Gantarang. Kegiatan itu menghadirkan 50 orang guru perwakilan Madrasah se-Kabupaten Bulukumba yang merupakan kerjasama antara DP3A Bulukumba dengan Kantor Kementerian Agama Bulukumba dan Fasilitator Sekolah Ramah Anak Sulsel. Plt.Kadis PPPA Hj.Darmawati, SE dihadapan Perwakilan Madrasah dan dewan guru se Bulukumba, menyampaikan, kegiatan sosialisasi tersebu merupakan tindak lanjut atas komitmen Bupati Bulukumba Andi Sukri A. Sappewali dan Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto dalam mewujudkan Bulukumba sebagai Kabupaten Layak Anak. Darmawati juga berharap, agar para guru Madrasah bisa lebih memahami pentingnya perlindungan terhadap anak didik. ” Untuk itu, para guru harus mengetahui bahwa segala bentuk kekerasan dan perlakuan yang tidak memenuhi hak-hak anak seperti bermain, sekolah, rekreasi, mendengar aspirasi anak dan lain-lain merupakan bentuk pelanggaran terhadap undang-undang perlindungan anak,” sebut Darmawati. Sementara itu Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Bulukumba H.Muhammad Yunus mengatakan, pada dasarnya sekolah ramah anak sudah terlaksana di lingkungan madrasah. Hanya saja, disayangkan dokumentasi pelaksanaan sekolah ramah anak di madrasah belum terlaksana dengan baik. “Hal itu bisa kita lihat dari bentuk tata tertib dan sarana dan prasarana sekolah yang ramah anak,” tutur Kasubag Kepegawaian Kementerian Agama Bulukumba itu. Kegiatan sosialisasi sekolah ramah anak disambut positif oleh speserta yang hadir, bahkan para guru berharap agar pada pembentukan Forum Anak di tingkat desa serta Musrembang Anak yang akan dilaksanakan pada tahun 2018, bisa mengakomodir siswa madrazah. Menanggapi hal tersebut Plt. Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Darmawati, berupaya akan melibatkan siswa-siswi madrasah dalam kegiatan Forum Anak tingkat Desa dan Musrembang yang digagas DP3A dan Bappeda Bulukumba. Selain menghadirkan unsur pimpinan di jajaran Kementerian Agama Bulukumba dan DP3A, kegiatan Sosialisasi Sekolah Ramah Anak turut menghadirkan Bagus Dibyo Fasilitator Sekolah Ramah Anak Sulsel dari SMKN Kehutanan Maros dan St. Nurbaya Fasilitator Sekolah Ramah Anak Bulukumba yang juga Kepala SDN 180 Benteng’e. Kedua fasilitator tersebut memaparkan secara luas hal-hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan sekolah ramah anak. “Salah satu hal kecil yang bisa dilakukan untuk wujudkan sekolah ramah anak, adalah melibatkan orang tua siswa dalam memperbaiki fasilitas sekolah yang kurang ramah anak. Ujung meja belajar di kelas yang runcing dan bisa melukai siswa misalnya bisa ditumpulkan melalui kerjasama dengan orang tua siswa, ” kata Bagus Dibyo Fasilitator Sekolah Ramah Anak Sulsel. Bagus Dibyo juga memberikan beberapa bentuk sanksi terhadap anak yang melanggar komitmen tata tertib. Salah satunya adalah penerapan disiplin positif dengan komitmen tanpa merendahkan harga diri anak. “Intinya, bentuk sanksi atas pelanggaran yang dilakukan anak tidak boleh merendahkan harga diri anak. Hal tersebut memberi pengaruh buruk bagi perkembangan psikis anak. Selain itu bentuk sanksi harus berkaitan dengan bentuk pelanggaran tanpa melukai fisik dan psikis anak,” tegas Bagus Dibyo. Sementara itu di depan peserta sosialisasi, St. Nurbaya Fasilitator Sekolah Ramah Anak Bulukumba, menggambarkan suasana dan model sekolah ramah anak. “Rekan-rekan guru madrazah bisa berkunjung ke SDN 180 Benteng’e untuk melihat model sekolah ramah anak percontohan di Bulukumba. Di sekolah kami, anak dilibatkan dalam menyusun tata tertib. Termasuk uneg-uneg anak beserta kreatifitas anak tersalur,” kata St. Nurbaya. muhajir / suaedy

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya