HTTP Status[404] Errno [0]

Daeng Tinggi, Pengangkut Sampah yang Bangga Akan Profesinya

18 October 2017 09:10
Daeng Tinggi, Pengangkut Sampah yang Bangga Akan Profesinya
Daeng. Tinggi petugas kebersihan di wilayah ORW 11 Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala Kota Makassar.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Daeng. Tinggi petugas kebersihan di wilayah ORW 11 Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala Kota Makassar.

BugisPos.com — Pekerjaan menjadi pengangkut sampah, sering dianggap sebagai pekerjaan hina dan rendahan, namun lain halnya dengan pria asal Jeneponto yang satu ini. Daeng Tinggi kerap dipanggilkan orang, namun bukan karena tubuhnya yang berperawakan tinggi besar, akan tetapi itulah nama yang diberikan orang tuanya.

Sudah beberapa tahun terakhir ini, dia menjadi petugas kebersihan di wilayah ORW 11 Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala Kota Makassar. Awalnya dia menjaga container sampah diwilayah tersebut yang hanya menerima upah sekitar Rp. 300.000 perbulan itupun biasanya diterima agak terlambat.

Saat ini dia telah direkrut menjadi tenaga honorer Kecamatan Manggala dengan diberikan fasilitas berupa motor tiga roda pengangkut sampah. Masuk menjadi pasukan oranye, membuat Dg. Tinggi menjadi lebih semangat, dengan baju seragam dan sepatu botnya, dia mengarungi lorong-lorong disekitar ORW 11.

Terlihat rasa bangga didirinya, yang jarang terlihat pada petugas kebersihan yang lain, yang kadang terlihat risih apabila dipandangi. Bahkan ketika Idul Adha yang lalu, saat orang berpakaian baru, Dia dengan bangganya memakai seragam oranye kebanggaannya disela-sela jamaah shalat Ied. Dia berujar “selesai shalat langsung pungut sampah koran”.

Menurutnya pekerjaan ini dia tekuni dan sukai karena tubuhnya dapat terus bergerak seperti berolah raga hingga dia bisa menjadi lebih sehat. Namun kadang dia juga mengeluhkan kelakuan sebagian warga yang masih suka buang sampah disembarang tempat.

“Kita ini sudah sangat rajinmi kodong, cuma warga masih banyak juga yang tidak mengerti sama kita. Kita sudah rajin angkut sampahnya, warga seng yang malas bayar, baru buangki sampah sembarangan supaya tidak ditagihki. Kah…kitaji lagi nasusahi kalo banyak sampah dibuang sembarangan” keluhnya ketika diwawacarai pada Rabu (18/10/2017).

Adipura yang diraih Pemkot Makassar tak lepas dari kerja keras Dg. Tinggi dan kawan-kawan. Akan tetapi penghargaan yang diraih justru lebih tertuju kepada para pimpinan di kelurahan dan kecamatan, padahal mereka sering kali tidak mengenal dan mengetahui orang-orang yang bekerja membersihkan wilayahnya. – One –

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya