HTTP Status[404] Errno [0]

Bupati Ajak Jaga Harmonisasi Kerukunan Antar Ummat Beragama

23 October 2017 13:14
Bupati Ajak Jaga Harmonisasi Kerukunan Antar Ummat Beragama
Bupati AM.Sukri A.Sappewali menyerahkan cinderamata kepada Uskup Agung Makassar Mgr.Dr.Jhon Liku Ada
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Bupati AM.Sukri A.Sappewali menyerahkan cinderamata kepada Uskup Agung Makassar Mgr.Dr.Jhon Liku Ada

BugisPos, Bulukumba .- Kehadiran Uskup Agung Makassar Mgr. Dr.Jhon Liku Ada’ pr di Bulukumba, Senin (23/10) diterima bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali bersama Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala Kementrian Agama serta Sekkab A.B Amal di ruang pola kantor bupati.

Crish Thamrin, inisiator silaturahim Uskup Agung Makassar dengan Bupati Bulukumba

Mgr.Jhon datang ke ruang pola, bersama ratusan ummat Khatolik diprakarsai Crish Thamrin sekaligus menjadi ajang silaturhmi dengan Bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat dan FKUB.

Crish Thamrin yang juga Ceo Mitra Group dihadapan pejabat, ummat Khatolik dan undangan menyampaikan, tujuan dari kegiatan itu tidak lain untuk bersilaturahmi. Crish juga menyampaikan, Uskup Agung Makassar Mgr.Dr.Jhon Liku Ada’ melayani 3 Privinsi yaitu Suldrl, Sulbar dan Sultra, dibantu 120 pastor tersebar di tiga Provinsi tersebut.

” Khusus di Kabupaten Bulukumba, terdapat 52 Kepala Kekuarga atau 312 jiwa, yang selama ini kami ummat Khatolik hidup berdampingan dengan damai bersama saudara kami antar ummat beragama,” sebut Chris

Semua itu berhasil terjalin suasana keakraban, kata Crish dalam kata pengantarnya, tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama aparat keamanan. ” Kami ummat Khatolik sangat terharu kepada Bupati Andi Sukri A.Sappewali yang antusias menerima kami,” kata Crish.

Sementara itu Uskup Agung Makassar yang nama lengkapnya Jhohannes, lebih banyak bercerita soal struktur yang ada pada keuskupan.

Dihadapan bupati dan pejabat lainnya, Uskup Jhon memperkenalkan bahwa selaku Uskup, dia tidak memiliki isteri. Sehingga tidak jarang dia ditanya ketika menghadiri acara. ” Mana ibu pak,” Uskup Jhon menjelaskan kalau dia seorang Uskup yang tidak menikah. ” Seorang Uskup Khatolik tidak menikah dan juga tidak digaji. Meski begitu kemana mana, tiket saya dibayarkan oleh ummat, gaji saya nanti di Surga, ” katanya. Kemudian.dijelaskan pula Uskup tidak menikah, karena harus fokus melayani ummat dan dia menjadi Uskup Agung Ujungpamdang sejak tahun 1995 dan sebelumnya menjadi Uskup selama 3 tahun.

Selanjutnya Bupati AM.Sukri A.Sappewali diawal sambutannya membacakan.surah Al Kafirun dan mengakhiri membaca Lakum Dinukum Walyadin.
Dihadapan tamunya Uskup Agung Makassar Mgr.Dr.Jhon Liku Ada’ pr, bupati Andi Sukri menyampaikan dalam.sejarah kehidupan beragama, Bulukumba dikenal dengan salah seorang ulama Sufi, Maulana Khatib Bungsu yang bergelar Dato Ri Tiro sebagai penyebar agama Islam pada abadke 17.

Selain itu, dalam catatan sejarah, Bulukumba memiliki rekam jejak sebagai daerah perebutan dua kerajaan besar di Sulsel, yaitu Kerajaan Bonebdan Gowa, jauh sebelum Bulukumba menjadi daerah otonom berdasarkan UU No 29 tahun 1959.

” Latar belakang historis yang telah mewarnai kehidupan keagamaan di Bulukumba, yang selalu menjadi inspirasi dan semangat bagi daerah dan masyarakat untuk membangun daerah dalam perspektif yang tak bisa dilepaskan dari nilai budaya dan agama,” papar Andi Sukri.

Meski disadari, konteks kehidupan beragama tentu tidaklah membatasi hubungan dan rasa persaudaraan sesama manusia kepada siapapun yang hidup dan menetap di bumi panrita lopi Bulukumba.

” Di Bulukumba sejak puluhan tahun telah berdiri gereja tempat beribadah ummat Kristiani, dan masyarakat Bulukumba menghargai toleransi dalam hidup antar ummat beragama,” jelas Bupati.

Selanjutnya, Bupati juga menyinggung, meskipun di Bulukumba memiliki empat Perda dibidang keagamaan, namun bukan berarti daerah ini hanya bisa dihuni yang beragama Islam, tetapi semangat dan nuansa lahurnya regulasi itu, merupakan kebijakan untuk memberikan landasan atau penguatan terhadap program kegiatan dibidang keagamaan, sebagai wujud respon atas aspirasi mayoritas masyarakat, dan bukan dalam konteks mengurangi ruang gerak penganut agama lain. ” Mari kita jaga dan pelihara harmonisasi kerukunan antar ummat beragama,” ajak bupati Andi Sukri.-suaedy lantara,-

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya