HTTP Status[404] Errno [0]

dr. H.Abdur Rajab ” Kami Bersama Pegawai RSUD Sering Mendonor Darah,”

24 October 2017 13:47
dr. H.Abdur Rajab ” Kami Bersama Pegawai RSUD Sering Mendonor Darah,”
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

BugisPos, Bulukumba.- Terkait kurangnya stok darah pada Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), sehingga tidak jarang menjadi sorotan masyarakat, apalgi jika ada pasien yang butuh darah, dan stoknya habis.

Menyikapi hal itu, managemen RSUD HA.Sulthan Dg Radja terus berupaya semaksimal mungkin untuk tetap melayani pasien dengan menyiapkan darah, apalagi kalau ada pasien cito atau darurat.

Direktur RSUD HA.Sulthan Dg Radja Bulukumba dr.H.Abdur Rajab H.MM menyatakan, untuk menenuhi kebutuhan darah bagi pasien darurat, tidak jarang dia bersama pegawai RSUD HA.Sulthan Dg Radja yang mendonor darah, demi menyelamatkan nyawa pasien.

” Kami di laboratorium bersama keluarga pasien yang menjadi pendonor sukarela serta ada beberapa orang rekan karyawan RS yang sering kami panggil, untuk donor jika stok darah di Bank Darah habis, dan tidak ada keluarga pasien yang bisa mendonor darah,” jelas dr.Rajab.

” Yang menjadi kendala, katanya, kadang juga ada keluarga pasien tidak mengerti dan hanya mengharapkan bantuan orang lain untuk donor, sementara dirinya sendiri tidak ikhlas mendonorkan darahnya untuk keluarganya,” beber dr.Rajab.

Makanya, sambung mantan.Kepala Puskesmas Caile ini, selama ini dia memanfaatkan jejaring yang.ada untuk relawan donor darah, seperti Srikandi Pemuda Pancasila, KSP Berkat, Wahdah Islamiah, SMA 10 Rilau Ale, SMA Balibo, SMA 1 Bulukumba, Astra motor, Badan Penanggulangan Bencana, dan Satpol PP, serta beberapa instansi BUMN.

Itupun katanya, donor darah yang dilakukan jejaring pada momen tertentu, sehingga ketersediaan darah pada Bank Darah sangat terbatas.

Sementara itu, Kepala UTDC PMI Bulukumba dr. Hj. Nurhayati menyatakan bahwa saat ini pemakaian kantong darah di RSUD HA.Sulthan Dg Radja meningkat, dengan perbandingan pada tahun 2016, kebutuhan darah rata-rata 150 kantong per bulan, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi rata-rata 200- 250 kantong per bulan, dan susahnya karena pendonor darah sangat terbatas.

” Selama ini kami di RSUD Bulukumba bekerjasama dengan RS Bantaeng, kadang kami minta bantuan kepada RS Bantaeng, demikian juga sebaliknya, RS Bantaeng kadang mengambil di UTD Bulukumba jika,” jelasnya.

Kemudian terkait soal pasien BPJS yang ke RS Bantaeng mengambil darah, maka pasien atau keluarga pasien tidak dibebani pembayaran.
” Jami dari BDRS yang mengikut sertakan klaim kantong darah di Berkas Rekam Media (BRM) pasien, apabila pasien pulang dan Kami dari UTDC Bulukumba membayar ke Bantaeng. apabila RSUD membayar,” tandasnya.

Karena harga kantong darah di Bantaeng juga sudah mahal, sehingga pihak BDRS meminimalisir agar keluarga pasien tidak ke Bantaeng mengambil darah, karena harus membawa uang tunai 360 ribu per kantongnya.

Tetapi, jika persediaan darah tidak ada, diharapkan keluarga pasien yang mendonor, itupun jika.stok darah yang dibutuhkan betul betul tidak ada, sehingga keluarga pasien harus ke UTDRS Bantaeng mengambil darah dan membayar 360 per kantongnya dan bukti kwitansi pembayaran teruskan ke bendahara RSUD Bulukumba. ” Itupun prosedur penggantian uangnya kurang lebih 1 Minggu untuk dikembalikan kepada keluarga pasien,” kunci dr.Nurhayati.- suaedy lantara,-

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya