HTTP Status[404] Errno [0]

Dukung STIP Wuna Jadi Universitas

31 October 2017 16:20
Dukung STIP Wuna Jadi Universitas
Kopertis Wilayah IX Sulawesi mendukung keinginan masyarakat dan Pemda Raha, melakukan perubahan status dari STIP Wuna Raha menjadi universitas.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kopertis Wilayah IX Sulawesi mendukung keinginan masyarakat dan Pemda Raha, melakukan perubahan status dari STIP Wuna Raha menjadi universitas.

BugisPos.com — Kopertis Wilayah IX Sulawesi mendukung keinginan masyarakat dan Pemda Raha, melakukan perubahan status dari STIP Wuna Raha menjadi universitas. Bentuk dukungan itu dengan memberikan rekomendasi yang langsung diteruskan ke Direktorat Pengembangan Kelembagaan.

Demikian ditegaskan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr. Ir Andi Niartiningsih, MP saat memberikan sambutan pada Wisuda Sarjana XI bagi 121 alumni STIP Wuna Raha Sulawesi Tenggara, Senin (30/10/2017) di Aula Galampano Kabupaten Muna.

Keberhasilan perguruan tinggi harus didukung adanya sinergitas antara penyelenggara dan pengelola. Kata dia, pengalaman selama menjadi Koordinator Kopertis IX banyak ditemukan persoalan di PTS karena tidak adanya sinergitas didalamnya.

Andi Niartiningsih menekankan, supaya mengasah karakter akademik sebab bekal kompetensi seperti IPK 4,0 diperoleh belum bisa, menjadi jaminan kesuksesan, melainkan diikuti dengan mengasah karakter akademik mengikuti perkembangan iptek, imbuhnya.

Keberhasilan perguruan tinggi tandas Andi Niartiningsih harus didukung adanya sinergitas antara penyelenggara dan pengelolah. Pengalaman selama menjadi selaku Koordinator Kopertis IX banyak ditemukan persoalan di PTS karena tidak ada sinergitas didalamnya.

Lebih lanjut, Koordinator Kopertis IX mengingatkan agar dosen melakukan TriDharma Perguruan Tinggi. Dosen tidak hanya mengajar tetapi juga harus melakukan penelitian. Hal ini perlu didukung oleh jabatan fungsional dosen, juga standar Kemenristekdikti.

Para dosen harus mempunyai perhatian penelitian agar tersedia bank proposal sehingga pada saat dibuka penerimaan proposal, maka dosen tinggal mengajukan. Selain itu, perguruan tinggi harus mempunyai unggulan penelitian dan menyusun RIP, menjadi acuan setiap dosen. Ungggulan penelitian tersebut disesuaikan kearifan lokal sehingga bisa membantu daerah, paparnya.

Andi Niar juga mengurai sejumlah standar pemeringkatan perguruan tinggi. Ada beberapa standar dijadikan pemeringkatan yakni: (1) Kualifikasi dosen dan pangkat akademik berperan 12% dalam pemeringkatan, (2) Ketercukupan dosen berperan 18% dimana standar perbandingan dosen dengan mahasiswa berkisar 1: 30 untuk IPA dan 1:45 untuk IPS.

(3) Akreditasi berperan 30%, (4) Kualitas kegiatan kemahasiswaan berperan 10% dimana didalamnya membentuk karakter para mahasiswa, toleransi, serta mengembangkan minat dan bakat kemahasiswaan.

Menyoal reakreditasi institusi, Andi Niar menegaskan bahwa kunci utama akreditasi terletak pada Sistim Penjaminan Mutu (SPM) Perguruan Tinggi. Jika tercipta budaya mutu maka dalam penjaminan mutu, bukan lagi keterpaksaan melainkan karena kebutuhan, tuturnya.

Mengakhiri sambutannya Andi Niar menitip pesan agar tidak melupakan almamater. Kegiatan wisuda turut dihadiri unsur Dewan Pembina Yayasan, Dewan Pengawas Yayasan, Pengurus Yayasan, Bupati dan Wakil Bupati Muna, Anggota DPR, sejumlah Kepala SKPD, Orang tua Wisudawan-wisudawati, dan sejumlah elemen undangan lainnya.

Penulis : Fendi Dosen Tetap Yayasan STIP Wuna Raha Sultra

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya