HTTP Status[404] Errno [0]

Ini Tanggapan Saiful Jihad Terkait Tewasnya Purnawirawan TNI Yang Dikeroyok Jamaah Tabliq

01 November 2017 14:16
Ini Tanggapan Saiful Jihad Terkait Tewasnya Purnawirawan TNI Yang Dikeroyok Jamaah Tabliq
Saiful Jihad yang merupakan dosen di Unhas yang juga pemerhati masalah-masalah Islam sekaligus mantan Sekretaris GP Anshor Sulsel, pada Selasa (31/10/2017).
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Saiful Jihad yang merupakan dosen di Unhas yang juga pemerhati masalah-masalah Islam sekaligus mantan Sekretaris GP Anshor Sulsel, pada Selasa (31/10/2017).

BugisPos.com — Terkait tewasnya seorang purnawirawan TNI yang dihakimi oleh jamaah tabliq karena diduga mencuri tas milik anggotanya, begini tanggapan Saiful Jihad yang merupakan dosen di Unhas yang juga pemerhati masalah-masalah Islam sekaligus mantan Sekretaris GP Anshor Sulsel, pada Selasa (31/10/2017).

Melalui rilis yang dikeluarkan Saiful memberikan tanggapan sebagai berikut :

“Menanggapi kasus terbunuhnya seseorang yang dituduh melakukan tindak pencurian yang tertangkap warga di Mushallah salah satu SPBU di Parepare, yang diduga dilakukan oleh sekelompok jama’ah tabligh, maka menurut saya:

1. Agama (Islam) dan peraturan negara, tidak ada yang membenarkan tindakan main hakim sendiri, apa lagi sampai melakukan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

2. Akhir-akhir ini ada kesan, mereka yang merasa dekat dengan Tuhan, tiap hari mempertontonkan atribut dan ritual sebagai seorang yang “paling” taa beragama, justru cenderung bertindak bringas terhadap kelompok/orang yang dalam penilaian mereka melanggar ajaran agama (berdosa).

Kasus di Parepare ini bukan kasus yang pertama, di Bekasi bulan Aguatus yang lalu, ada seorang yang dituduh hendak mencuri amplifier, dibakar sampai mati oleh jamaah dan pengurus mushallah. Ini mengkonfirmasi, begitu mudahnya, dengan alasan “agama”, mereka yang merasa mendapat “mandat” dari Tuhan, bertindak menghukum orang yang dianggap bersalah dan berdosa.

Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan berbahaya, mereka bisa dengan bebas menjalankan hukum yang menurut mereka sesuai dengan perintah tuhan…., terhadap perbuatan, tindakan yang dianggap melanggar petintah Tuhan…., pada hal dalam agama, seorang yang dituduh melakukan pencurian itu mesti diadili dan dibuktikan kebenarannya, bahkan kalaupun terbukti ia benar mencuri, mesti dicari tahu apa sebabnya mereka melakukan pencurian. Hukumannya pun, bukan dengan menyiksa, menganiaya, apalagi sampai membunuh.

Inilah salah satu yang ditakutkan dari kelompok yang berlebih-lebihan dalam agama, kata Nabi Saw.

3. Disamping kita meminta pihak polisi untuk menindak tegas pelaku penganiayaan dan pembunuhan tersebut sesuai hukum dan aturan yang berlaku. Kita juga meminta agar pihak kementerian agama dan kepolisian berkoordinasi dalam mengawasi dan memantau praktik dan sikap keberagamaan kelompok yang cenderung menganggap pandangan yang berbeda dengan keyakinan mereka, adalah sesuatu yang mesti diperangi (dilawan).

3. Kasus kekerasan yang dilakukan oleh kelompok yang disebut jama’ah tabligh di Parepare, jika ini benar adanya…, maka ini bukanlah yang pertama. Kita masih ingat kekerasan (pemukulan) yang dilakukan kelompok Jama’ah Tabligh terhadap imam masjid Islamic Centre waktu itu, ustadz Farhabuddin, beberapa tahun yang lalu.

Jadi semestinya kelompok ini benar-benar diawasi, dan sebaiknya pihak Kemenag mengkoordinasikan kepada pengurus masjid/mushallah untuk tidak mengizinkan masjid mereka sebagai tempat menginap kelompok ini”. – One –

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya