HTTP Status[404] Errno [0]

Massa Desak Kejati Sulsel Copot Kajari Tana Toraja

15 November 2017 01:33
Massa Desak Kejati Sulsel Copot Kajari Tana Toraja
Massa yang terdiri dari Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) DPW Sulsel, Organisasi Pergerakan Mahasiswa, Kiwal, dan masyarakat Toraja yang menyerbu Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Massa yang terdiri dari Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) DPW Sulsel, Organisasi Pergerakan Mahasiswa, Kiwal, dan masyarakat Toraja yang menyerbu Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel.

BugisPos.com — Massa yang melakukan aksi demonstrasi dimulai dari bawah fly over Makassar, dengan melakukan Long March berjalan membentangkan spanduk menuju kantor Kejati Sulsel, di jalan Perintis Kemerdekaan, kota Makassar, pada hari Selasa,14/11/2017. Mendesak kepada pihak Kejati Sulsel untuk mencopot Kajari Tana Toraja.

Massa yang terdiri dari Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) DPW Sulsel, Organisasi Pergerakan Mahasiswa, Kiwal, dan masyarakat Toraja yang menyerbu Kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel, sempat bersitegang dan berdesak-desakan karena massa pendemo hendak masuk kedalam pekarangan. Setelah melakukan negosiasi, akhirnya massa dibiarkan masuk kedalam pekarangan untuk melakukan orasi.

Desakan kepada pihak Kejati Sulsel untuk mencopot Kajari Tana Toraja oleh para pendemo bukan tanpa alasan, sebab Kajari Tana Toraja dianggap bermain mata menangani kasus penganiayaan terhadap Djuly Mambaya yang dilakukan oleh Ir. John Ronde Mangontan terduga pelaku, sehingga Massa sekaligus menuntut pihak terkait untuk segera melakukan penahan terhadap pelaku.

Salah seorang orator yang mewakili semua elemen yang melakukan aksi menyampaikan orasinya, “ kami dari Mahasiswa bersama seluruh elemen yang melakukan aksi saat ini, menuntut kepada pihak Kejati untuk mengawasi kinerja pihak Kejari Tana Toraja, karena kasusnya sudah sangat terang benderang dimana pelaku penganiayaan memukul korban didepan umum saat melakukan peribadatan, ini sangat mencederai harga diri masyarakat Toraja, mencederai adat istiadat dan terlebih lagi mencederai Agama, karena dilakukan pada saat beribadah” jelasnya.

” Yang lebih aneh lagi, pelaku hingga kini masih bebas berkeliaran padahal pada saat terjadi penganiayaan. Kapolsek Saddang yang melerai penganiayaan tersebut “, ungkapnya.

” Seharusnya Kapolsek pada saat itu juga menangkap pelaku karena terjadi didepan matanya serta ada ribuan saksi mata yang melihatnya “, desaknya.

Para pendemo diterima oleh Humas Kejati, Salahuddin, SH, MH. Setelah mendengarkan pernyataan pihak Kejati, para demonstran berangsur meninggalkan kantor Kejati menuju titik kumpul awal dibawah Fly Over Makassar dengan tertib.

Mereka mengancam akan mengerahkan massa yang jauh lebih besar dan berjanji menduduki Kejati, jika kasus ini berlarut-larut.- Ali –

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya