HTTP Status[404] Errno [0]

Saling Tudingki Dikepung Banjir

22 December 2017 19:53
Saling Tudingki Dikepung Banjir
Genangan air di salah satu dari beberapa ruas jalan.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Genangan air salah satu dari beberapa ruas jalan di Makassar.

BugisPos — Curah hujan yang sangat tinggi dalam 3 hari terakhir ini, mengakibatkan hampir seluruh daerah dikota Makassar terendam banjir.

Sebut saja didaerah Paccerakkang, Swadaya, Perumnas Antang dan Tamalanrea yang merupakan daerah langganan banjir mengalami dampak yang parah akibat banjir tersebut.

Alih-alih tindakan penanganan banjir yang dilakukan oleh seluruh stake holder yang membidangi hal ini. Pemerintah seakan “keok” menangani masalah banjir yang datangnya hampir tiap tahun ini.

Padahal seluruh perangkat daerah yang membidangi masalah ini, sebenarnya sudah cukup lengkap, mulai hulu hingga hilir. Dimulai dengan Balai Pengairan di pusat, Dinas PU Provinsi, Dinas PU Makassar, hingga BPBD.

Bukannya mencari solusi penanganan, Pemerintah daerah bahkan saling tuding kewenangan dalam menangani banjir tersebut. Seperti yang diutarakan oleh Kadis PU Kota Makassar A. Muh. Ansar pada Jumat (22/12/2017).

Menurutnya berdasarkan kewenangan yang diberikan untuk penanganan danau dan sungai itu merupakan kewenangan Balai Pengairan. Sama halnya dengan pengerukan kanal itu juga merupakan kewenangan balai.

“Kalo jalan Perintis didepan kantor Gubernur itu jalan nasional, seperti juga jalan Veteran itu juga jalan nasional. Tapi kita bisa lihat anggota kita dari kota Makassar yang rajin turun menangani” ujarnya.

“Jadi banjir di Makassar itu selain curah hujan yang sangat tinggi, juga perumahan yang lebih rendah dari sungai, contohnya Perumahan Kodam 3 itu lebih rendah dibanding sungai Tallo, jadi kalo sungai meluap maka akan tumpah ke Perumahan” jelasnya.

“Sama halnya BTN Swadaya yang mana Sungai Pampang yang meluap sehingga perumahan itu jadi kebanjiran” tambahnya.

“Jadi kesimpulanya sungai dan danau kita tidak mampu menampung curah hujan yang sangat tinggi” timpalnya.

“Kami sudah mengerahkan anggota dan alat yang ada pada kami semaksimal mungkin, namun banjir tak dapat dielakkan” pungkasnya.

Banjir yang mengepung kota Makassar, saat ini merupakan siklus 5 tahunan. Sebelumnya banjir terjadi pada tahun 2013 lalu, kini berulang dipenghujung tahun 2017 ini. – One –

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya