HTTP Status[404] Errno [0]

Kampanye Menolak Lupa di LAPRIS

25 December 2017 11:39
Kampanye Menolak Lupa di LAPRIS
Muh. Irfan, Ketua Panitia Festival Oranye.
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Muh. Irfan, Ketua Panitia Festival Oranye.

BugisPos — Hujan deras dan banjir yang sempat mewarnai kabupaten Takalar selama beberapa hari ini tidak menyurutkan kaum muda Polongbangkeng bersama Mahasiswa KKN PPL Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Festival Orange di Monumen Lapris, Kelurahan Bulukunyi, kabupaten Takalar, Minggu 24 Desember 2017.

Di situs sejarah perjuangan kemerdekaan RI ini para mahasiswa KKN PPL UNM angkatan 15 kabupaten Takalar, menggelar festival yang melibatkan semua elemen pekerja seni dan budaya di kabupaten Takalar.

“Selain kegiatan lomba tari tradisional tingkat SMP se-kabupaten takalar,Teater Ranggong Dg Romo dan penampilan tidak kalah menarik lainya silih berganti dipentaskan oleh Sanggar Sanggar seni yang turut hadir memeriahkan acara.” Jelas Muh. Irfan, Ketua Panitia Festival Oranye.

Ditambahkan Irfan, pengambilan lokasi festival di situs bersejarah ini, sebagai momen untuk mengkampanyekan Melawan Lupa, bahwa di tempat ini, para pemuda dari berbagai daerah bersepakat untuk bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajah Belanda.

Daeng Leo, salah seorang warga Bulukunyi menilai kegiatan yang dilakukan oleh pemuda pemudi Polongbangkeng bersama dengan KKN PPL UNM angkatan 15 ini sangat bagus. Selain memperkenalkan kembali sejarah perjuangan di Sulawesi ini, kegiatan juga ini mampu membangun rasa cinta anak zaman sekarang terhadap sejarah dan budaya yang ada diwilayahnya sendiri.

“Jangan sekali kali melupakan sejarah dan
menolak lupa adalah sebuah slogan yang mesti selalu ditanamkan oleh pemuda pemudi Indonesia” pungkas Daeng Leo.

Penulis : Anca

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya