HTTP Status[404] Errno [0]

Pihak RS Syekh Yusuf Bantah Adanya Dugaan Malpraktek

25 January 2018 09:54
Pihak RS Syekh Yusuf Bantah Adanya Dugaan Malpraktek
Pihak RS Syekh Yusuf
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Pihak RS Syekh Yusuf

BugisPos — Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa membantah dugaan telah melakukan malpraktek atas bayi mungil berjenis kelamin perempuan.

Bayi ini lahir dengan bobot 5 kg. Sayangnya kondisi bayi ini sekarang masih dalam perawatan RS Syekh Yusuf Gowa karena ada luka bagian paha dan belakang punggung bayi.

Saat ini ibu dari bayi ini, Daeng Tuni warga desa Pa’ladingan kecamatan Bontolempangan Gowa yang melahirkan secara Operasi Caesar ini harus merasakan rasa sakit yang diderita oleh anaknya, yang selalu menangis kesakitan.

Menurut informasi yang berkembang, sehingga muncul ke permukaan itu, diduga oknum RS Syekh Yusuf Gowa telah melakukan malpraktek karena ada luka yang menyayat pada paha dan punggung belakang bayi.

Dan menurut salah satu ketua LSM Kompak, Ahmad Rana, menyampaikan isu yang berkembang juga bahwa pihak rumah sakit telah memulangkan pasien, yang notabene masih dalam proses perawatan.

Hal itu dibantah oleh Kepala seksi pelayanan medik RS Syekh Yusuf Gowa, dr.Suryadi, bahwa itu bukan luka irisan tetapi bekas jeratan tali pusar bayi.

“Dokter anak menemukan bahwa bayi besar, ada bekas tekanan tali pusar dan lebam serta sesak,” ujar kepada LSM dan wartawan saat ditemui di ruang kerja Humas RS Syekh Yusuf Gowa. Rabu (24/1/2018)

Dan dokter anak juga sudah menyampaikan dan memperlihatkan kepada orang tuanya, termasuk jenis kelaminnya, sesak, dan lebam bekas lilitan tali pusar.

“Itu terjadi lebam pada bayi, karena kondisi lilitan tali pusar, secara prosesnya berlangsung lama. Sehingga tali pusar tambah merapat dan itu salah satu faktor susah juga melahirkan,” terang Suryadi.

Dan kalau memang, Dg Tuni, pulang dan masih dalam proses perawatan, kata Suryadi, itu memang dia yang minta pulang dengan status sosial.

“Jadi pihak RS tidak bisa melarang, kalau pasien minta pulang. Dan ada surat pernyataan, bahwasanya dia yang meminta pulang,” ucapnya yang didampingi oleh Kabag program dan informasi, H.Muh.Taslim

Sementara terpisah, Kepala dinas kesehatan Gowa, Dr. Hasanuddin, yang dikonfirmasi menyampaikan bahwa kalau ada pihak dari puskesmas Bontolempangan yang mengeluarkan statement diduga pihak RS Syekh Yusuf Gowa malpraktek itu tidak ada.

“Karena saya sudah panggil dokter gigi dan bidannya. Mereka tidak pernah ngomong seperti itu,” tandasnya.

Persoalan ini, kami baru secara internal saja, belum duduk bersama dengan pihak RS Syekh Yusuf Gowa.

Adanya isu yang diduga malpraktek ini dan beredarnya foto bayi di group whatshap timbul juga isu yang berkembang ditengah masyarakat serta LSM, bahwa pihak puskesmas Bontolempangan, dokter gigi, Akbar, diduga mengeluarkan statement malpraktek.

Laporan : Shanty
Editor : ,Anjas/Andi A Efendy

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya