HTTP Status[404] Errno [0]

Rakyat Juga Boleh Bicara

27 January 2018 11:20
Rakyat Juga Boleh Bicara
Oleh : Usdar Nawawi
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Oleh : Usdar Nawawi

BugisPos — Memang untuk menjadi seorang anggota legislatif, mesti pandai bicara. Dia mesti sudah pandai bicara sejak punya niat melangkah ke pintu partai. Dia mesti lancar ngomong ketika tampil berkampanye diatas podium dalam menghadapi pemilu. Dia pun mesti menguasai segala rupa pembicaraan ketika sudah duduk di atas kursi.

Berbicara lagi seorang wakil rakyat, tentu saja tak sekedar pandai memilih-milih dan menyambung-nyambung kata. Tak sekedar piawai dan lihai membolak-balik sejumlah kalimat, supaya apa yang dihasilkan jangan sampai cuma menjadi irama dangdut yang sekedar melahirkan cerita tentang benang kusut. Tetapi para wakil rakyat kita yang terhormat, tentu saja akan selalu diharap untuk pandai bicara dan selalu bisa menunjukkan fakta dan kebenaran. Meluruskan yang bengkok-bengkok, memperbaiki apa-apa yang perlu diperbaiki; untuk kemudian dapat menghasilkan apa yang disebut kebaikan. Sekalian bisa menjadi teladan yang baik bagi rakyat yang mereka wakili di pentas dewan.

Politik, sebetulnya memang dikemas untuk kebaikan bagi banyak orang. Kebaikan untuk rakyat yang dulu datang berduyun-duyun mencoba di TPS, sehingga kedepan kehidupan mereka dapat menjadi lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Kemasannya ialah untuk keadilan dan kemakmuran rakyat. Dan tidak menjadi sebaliknya, yakni kecenderungan ke arah sikap dan gerak ‘sipolitiki’ dalam pengertian yang negatif, yang kemudian menghasilkan segunung kisruh yang rumit, sehingga areal kemakmuran kian menjauh untuk tidak akan pernah dapat dipetik.

Untuk mewujudkan kemakmuran bagi 1,6 juta warga Kota Makassar, 50 orang wakil rakyat di DPRD Kota Makassar memang mesti banyak bicara. Mereka mesti banyak bicara soal hukum dan keadilan, soal-soal sosial ekonomi, soal siapa yang tertindas dan yang menindas, soal neko-neko, atau soal apa saja yang termasuk dalam segala rupa rumusan untuk menuju ke peringkat sejahtera seperti yang diharapkan.

Bila seorang legislatif bicara, lalu sepasukan pedagang kaki lima tergusur, maka pembicaraan mesti punya lanjutan, supaya persoalannya bisa punya solusi. Ketika legislatif bicara, lalu barisan pengusaha didamprat kenaikan pajak, maka mesti ada bicara lanjutan, supaya kondisi usaha bisa menjadi lebih baik. Menurut lebih banyak, mesti juga berbuat lebih banyak. Jangan pernah banyak menuntut, kalau tak pernah bisa berbuat apapun.

Saya kira, di 50 kursi di Dewan Kota Makassar, semua pemiliknya pandai dan berani bicara. Takaran keberhasilannya, boleh tengok income per kapital, laju pertumbuhan ekonomi, gerak pembangunan fisik dan moral, dan tentunya juga sektor keamanan yang sering melahirkan sejumlah rasa takut. Yang menemukan data dimaksud, silahkan memberi nilai. Sebab dalam tulisan ini, hanya sekedar pengantar, agar tak cuma anggota dewan yang pandai bicara tentang rakyat dengan segala tetek-bengeknya. Tetapi rakyatnya pun boleh pandai bicara segala rupa tentang wakilnya yang sedang duduk di Kursi Dewan…! ***

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya