HTTP Status[404] Errno [0]

Kadis: Lahan SDI Beroangin, Segera Terbayarkan

10 February 2018 09:39
Kadis: Lahan SDI Beroangin, Segera Terbayarkan
Kadis pendidikan Gowa Dr Abdul Salam
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kadis pendidikan Gowa Dr Abdul Salam

BugisPos — Konflik yang terjadi di SDI Beroangin, kelurahan Bontoramba, kecamatan Somba opu Gowa, dengan pemilik lahan berakhir dengan penyegelan SDI Beroangin. Hingga kini dalam proses belajar mengajar siswa diadakan di masjid.

Menurut Ketua LSM Maha Karya Indonesia, Syafriadi Djaenaf Daeng Mangka, hal itu sangat disesalkan terjadi, dan pastinya menggangu proses belajar mengajar bagi siswa karena SDI Beroangin harus sampai disegel.

“Kalau hanya penggantian ganti rugi lahan saja tidak bisa di selesaikan, bagaimana kabupaten Gowa bisa menjadi Kabupaten Pendidikan,” geramnya.

Dia juga menyampaikan Dr Salam sebagai kadis pendidikan hanya bisa bertanda tangan dan membuat konsep. Tetapi tidak bisa menyelesaikan persoalan pendidikan di kabupaten Gowa. Kalau hanya bekerja seperti itu, masih banyak SDM lokal yang mampu menjadi Kadis.

Kepala dinas pendidikan kabupaten Gowa, Dr Salam, yang dikonfirmasi dia menyampaikan seharusnya Ketua LSM Maha Karya Indonesia, daeng Mangka itu, kalau mau mendapatkan informasi yang akurat, datang ke dinas pendidikan Gowa. “Jangan sepihak saja, supaya jelas informasinya,” ujarnya Jumat (9/2/2018)

Terkait dengan lahan SDI Beroangin, kami sudah memfasilitasi bertemu dengan pak Bupati Gowa.

“Saat itu saya, pemilik lahan dan Kepala SDI Beroangin, langsung menghadap ke pak Bupati Gowa. Dan tanggapanya Bupati, langsung merespon,” jelasnya dihadapan sejumlah wartawan.

Rencananya akan dibayar nanti, kalau selesai anggaran perubahan.

“Sekarang ini, tinggal tunggu proses, dan lahan SDI Beroangin nantinya akan dibayar melalui dana APBD,” jelasnya.

Salam juga menjelaskan bahwa besok tim appraisal akan datang ke SDI Beroangin untuk mentaksir lahan tersebut.

“Sebab prosedurnya sudah seperti itu, dan itu hasil dari rapat pihak dinas pendidikan, pihak BPN Gowa, kecamatan somba opu, dan perumahan,” ungkapnya.

Kendalanya di sini, kata Salam, pemilik lahan, Hasan, tidak mau buka segel. Sebelum pemda membuat surat pernyataan nilai nominal lahan yang disepakati bersama.

“Saya memang sudah tanda tangan surat tanda terima, yang diajukan oleh pemilik lahan sebesar Rp.850 juta,” paparnya.

Tetapi nilai nominal itu, katanya, kita tunggu hasil dari tim Appraisal. Karena tim itu yang akan menentukan harganya.

Jadi untuk soal harga, soal lahan, dominanya di kecamatan, di pertanahan, dan perumahan. Kami disini hanya bidang akademiknya saja.

“Dan selama ini, saya sudah 7 kali, tinjau lokasi SDI Beroangin, melihat langsung kondisi anak- anak di sana, yang sekarang proses belajarnya di masjid,” ucapnya.

Serta berharap kepada pemilik lahan, agar membuka segel SDI Beroangin. Karena Pemda Gowa tetap akan membayar lahan SDI Beroangin.

“Andaikan bukan pemda Gowa yang membayarnya, mungkin lahan SDI Beroangin, sudah dibayarkan. Tetapi ini yang akan membayar Pemda Gowa. Jadi harus melalui prosedur yang ada,” pungkasnya.

Jadi apa yang disampaikan oleh Daeng Mangka, itu tidak benar. Karena kami disini sudah berupaya menyampaikan kepada pemilik lahan.

“Tetapi dia, tidak mau membuka, sebelum ada surat pernyataan nilai nominal lahan SDI Beroangin, yang akan disepakati bersama,” kuncinya.

Laporan : Wanda

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya