HTTP Status[404] Errno [0]

Prabowo dan Capres 2019

20 February 2018 09:55
Prabowo dan Capres 2019
Prabowo Subianto
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Prabowo Subianto

BugisPos — Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengisyaratkan akan kembali maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Prabowo mengatakan, jika rakyat berkehendak dirinya maju lagi dalam Pilpres mendatang maka harapan itu tak boleh ditolak.

“Kalau memang dibutuhkan oleh rakyat yang menuntut, meminta, dan kita memang diberi kesehatan oleh Tuhan, kemampuan, ya kita tak boleh mengingkari harapan rakyat,” ujar Prabowo dalam sambutannya, di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Apalagi, kata Prabowo, jika kehendak rakyat tersebut bukanlah rekayasa hasil sebuah polling belaka.

“Kalau rakyat meminta, kalau partai menegaskan, kalau ada dukungan yang benar bukan dukungan rekayasa. Polling bisa kita pesan, asal bayar. ‘Eh lu bikin polling ya, gue 80 persen’,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, bagi seorang pejuang politik, pendekar, kepentingan bangsa dan negara adalah yang utama.

“Bukan jabatan yang penting, yang penting adalah pengabdian,” kata dia.

Meski demikian, untuk saat ini, Prabowo masih enggan mengungkapkan secara terang-terangan niatnya untuk kembali maju pada Pilpres 2019.

“Ada yang mengatakan pak Prabowo bagaimana nih? Maju enggak, capres atau tidak? Saya katakan masih lama, pendaftaran Agustus kok sekarang ribut-ribut,” ujar Prabowo.

Kata Prabowo, dirinya akan melihat lebih dulu berbagai perkembangan yang ada sebelum mengambil keputusan.

“Saya selalu mengutamakan kepentingan yang besar daripada kepentingan saya sendiri. Dari dulu, dari kecil saya ingin mengabdi kepada bangsa,” ucapnya.

Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951, adalah seorang tokoh militer dan politik Indonesia. Seorang mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat, ia pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus dengan pangkat Mayor Jenderal, dari bulan Desember 1995 hingga Maret 1998, dan kemudian dipromosikan menjadi Panglima Kostrad dengan pangkat Letnan Jenderal. Namun, baru dua bulan menjabat, ia diberhentikan pada bulan Mei 1998 oleh Presiden B.J. Habibie.

Setelah tak aktif lagi dalam dinas militer, ia menjadi pengusaha, dan kemudian mulai aktif dalam politik dengan mendirikan Parta Gerindra. Ia mencalonkan diri sebagai wakil presiden pada pemilihan umum presiden Indonesia 2009 mendampingi Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, tetapi hanya berhasil meraih sekitar 26,79% dari suara nasional, dan gagal terpilih. Pada pemilihan umum presiden Indonesia 2014, ia maju sebagai calon presiden bersama calon wakil presiden Hatta Rajasa. Yang menang ialah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Dan bagai nanti di Pilpres 2019 ? Sejarah yang akan mencatat.

Keluarga

Prabowo Subianto, asal di Sulawesi Utara. Ibu Prabowo lahir di Manado berasal dari Langowan. Lahir tanggal 1 September 1921.

Ayah Prabowo seorang guru seorang profesor dengan 5 kali menteri dibawah Presiden Soekarno dan Soeharto. Kakek Prabowo adalah RadenMas Djojohadikusumo pendiri Bank Negara Indonesia yang sekarang BNI 46.

Ini diungkap oleh Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik kandung dari Prabowo Subianto 24/6/2014 lampau.

Sedangkan latar belakang agama, ibu Prabowo lahir seorang Kristen dan meninggal Kristen.

“Prabowo seorang haji, saya Kristen Protestan, kakak kami Katolik. Saya Protestan ikut mami. Saya anggota Gereja Kristen Indonesia GKI kebayoran baru,” jelas Djojohadikusumo

Ditegaskannya lagi, dikeluarga Prabowo, agama tak jadi masalah. Setiap hari Natal sudah 60 tahun lebih, Prabowo merayakan hari Natal, seorang Muslim yang merayakan Natal. “Saya sebagai orang Kristen merayakan Idul Fitri. Saya minta maaf Minal Aidin wal Faizin pada sahabat, orang tua, kakak saya. Itu keluarga kami. Kami rukun dari masalah agama,” kata Djojohadikusumo.

Bahkan ditambahkannya, ada orang Yahudi di keluarga mereka, dimana sepupu mereka menikah dengan orang Yahudi. “Itu tidak ada masalah di keluarga kami. Katolik sama Protestan nggak masalah, Islam nggak masalah, juga dengan Yahudi,” tegas Djojohadikusumo.

Djojohadikusumo mengakui, Prabowo Subianto bisa jadi Presdien semua agama, ras, suku dan semua kelompok. Orang Kristen, Islam, Hindu, Budha akan dihidupi dan dibelanya.

“Karena itu adalah tugas pokok setiap Presiden untuk membela dan melindungi rakyatnya. Itu adalah visi dia dari dulu. Dia dalam militer dia membela Pancasila dan Republik Indonesia, dia membela Undang-Undang Dasar, bela Bhineka Tunggal Ika. Dia hampir mati 4 kali untuk Republik Indonesia,” jelas Djojohadikusumo (dari berbagai sumber/darna)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya