HTTP Status[404] Errno [0]

Izin 28 THM Jl.Nusantara Dibekukan

24 February 2018 18:28
Izin 28 THM Jl.Nusantara Dibekukan
Andi Bukti Djufri
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Andi Bukti Djufri

BugisPos — Ditahannya 28 izin operasional Tempat Huburan Malam (THM) yang berlokasi di Jl.Nusantara Makassar untuk tidak lagi diterbitkan atau diperpanjang, adalah tindak lanjut adanya kesepakatan pihak pengemola THM dengan Walikota Makassar, bahwa kawasan Jl.Nusantara sepakat akan dijadikan wilayah bisnis kuliner.

Ke 28 usaha yang ditahan dan tak lagi diperpanjang izinnya, ialah Bar & Massage, diskotik dan pub.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Makassar menyatakan jika 28 izin usaha yang diajukan oleh pengusaha tempat hiburan malam (THM) di kawasan kuliner Nusantara belum bisa diterbitkan atau masih ditahan sementara, atau dengan kata lain dibekukan karena sudah tak sesuai dengan kesepakatan.

“Kami belum terbitkan dan masih tahan sementara karena ternyata dalam pengusulan izin usaha yang baru itu masih memasukkan unsur hiburan seperti pub, diskotik dan bar,” ujar Kepala DPM-PTSP Makassar Andi Bukti Djufrie di Makassar, Senin 19/2/18

Ia mengatakan, tertahannya izin usaha dari 28 pengusaha THM itu lantaran sebelumnya sudah ada kesepakatan dari pihak pengusaha yang diwakilkan oleh Asosiasi Usaha Pengusaha Hiburan Malam (AUHM) dengan Pemerintah Kota Makassar.

Dalam kesepakatan itu, semua pengusaha sepakat dengan usulan dan rencana Pemkot Makassar dalam hal mengubah kawasan lokalisasi hiburan malam di Jalan Nusantara mejadi kawasan kuliner.

“Kan sudah ada kesepakatan sebelumnya. Tapi ternyata, setelah izin usaha mereka semua mati dan akan diperpanjang lagi ternyata masih mengusulkan hiburan malam, padahal itu sudah harus dirubah,” katanya.

Bukti menerangkan, para pengusaha harusnya menghilangkan unsur hiburan seperti pub, diskotik dan bar dalam pengusulan izin usahanya yang baru agar bisa diterbitkan.

Ia mengaku, hiburan masih dimungkinkan asalkan jenisnya adalah “live musik” dengan konsep kafe dan resto seperti dalam kesepakatan antara AUHM dan Pemkot Makassar.

“Hiburan malam masih dimungkinkan asalkan yang live musik yah. Tapi kalau konsepnya pub, diskotik dan bar itu kami tidak akan terbitkan karena sudah menyalahi kesepakatan,” jelasnya.

Harusnya Hanya Bar Massge

Ketua ARKES Makassar Usdar Nawawi menaggapi soal ditahannya 28 izin THM tersebut. Kata dia, harusnya yang dibekukan dan tidak ada lagi perpanjangan izin hanya sebatas izin operasional Massage (pijat) yang melekat pada usaha Bar yang selama ini dinamakan Bar & Massage. Izin pijat yang melekat di Bar inilah yang harusnya dicabut atau tidak lagi diperpanjang. Sedang izin usaha Pijat Tradisional yang terdapat 3 di Jl.Nusantara, termasuk bar, karaoke, pub, dan diskotik, sesungguhnya tidak masuk kedalam item kesepakatan dengan antara pengusaha hiburan dengan Pemkot Makassar. Mestinya usaha kuliner bisa dirintis tetapi dengan tidak serta-merta mematikan usaha hiburan di kawasan ini.

Kata Usdar, perlu diketahui bahwa pengusahan hiburan di Jl.Nusantara sudah investasi besar lalu serta-merta usaha mereka dimatikan. Itu namanya tidak fair. Dikasi izin lalu dimatikan dengan serta-merta. Bagaimana mereka berurusan dengan kredit bank. Ini akan menimbulkan masalah baru.

Harusnya masalah Jl.Nusantara dicermati betul baru kemudian ada kebijakan. Kata Usdar, harusnya Dinas Pariwisata lebih cermat melihat persoalan, jangan asal lapor saja ke Walikota. Faktanya, soal penutupan usaha Massage di Jl.Nusantara tak pernah melibatkan ARKES. Jadinya Dinas Pariwisata dan juga Kabag Hukum sembarang lapor ke Walikota tanpa tahu masalah yang sebenarnya. Padahal usaha pijat tradisional dan massage usaha pelacuran di bar jauh beda (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya