HTTP Status[404] Errno [0]

Maunya Zona Merah Diubah

24 February 2018 18:30
Maunya Zona Merah Diubah
Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono

BugisPos — Stigma zona merah dalam pelaksanaan Pilkada serentak terkesan memang masih sulit dihilangkan. Zona merah dimaksud ialah zona rawan konflik yang timbul sebagai akibat gesekan di lapangan terkait dengan Pilkada. Apalagi di Pilkada Sulsel 2018 ini misalkan, ada zona-zona tertentu yang memiliki titik rawan.

Terkait hal itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono bertekad mengubah anggapan dan pemetaan Bawaslu serta Mabes Polri terkait zona merah.

“Mari kita sama-sama menciptakan pemilihan kepala daerah yang aman, damai, lancar dan sejuk. Kita ubah mindset (zona merah) itu dan jadikan ini pesta demokrasi berkualitas,” ujar Irjen Pol Umar Septono di Makassar, Senin 19/2/18

Ia mengatakan, tugas berat memang menanti tapi tantangan itu membuatnya bersemangat untuk menciptakan pesta demokrasi yang aman, lancar dan tertib.

Walaupun ia mengakui kalau ada riak-riak kecil adalah bagian dari proses, tetapi riak-riak itu tidak boleh mengganggu jalannya pesta demokrasi dan tentunya tidak mengganggu ketertiban masyarakat.

“Jangan sampai mengganggu ketertiban masyarakat karena kalau itu terjadi pasti kita akan proses secara hukum. Semua ada aturannya, tidak boleh sampai mengganggu,” jelasnya.

Kapolda Umar Septono sendiri tetap menggunakan tiga pilihan atau yang diistilahkannya pembagian kotak terkait pengamanan pilkada serentak yang akan dilaksanakan.

Pada pilihan pertama atau kotak pertama, dirinya memprediksi kondisi terburuk, di mana pada kondisi ini setiap informasi yang dihimpun oleh anggotanya baik informasi terkecil harus diantisipasi.

Pada pilihan kedua atau kotak kedua, adalah dengan penyiagaan anggota baik TNI maupun Polri secara optimal. Salah satu bentuk pengoptimalannya yakni dengan melakukan latihan, dengan semua anggota harus turun ke lapangan termasuk dirinya dan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Suryabakti.

Pilihan ketiga atau pada kotak ketiga yakni dengan langkah berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena langkah antisipasi serta latihan keras juga sudah dilakukan.

“Intinya, kami tetap berusaha keras dalam menghilangkan stigma zona merah ini karena yang membolak-balik hati manusia mau ribut atau tidak, mau nurut dengan aturan atau tidak itu adalah Tuhan yang Maha Kuasa, tapi Tuhan tidak akan mengubah kalau tidak ada niat dari masyarakat termasuk kita, untuk bagaimana membuat Sulawesi Selatan ini aman,” ucapnya (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya