HTTP Status[404] Errno [0]

Diduga Sarat Pungli, Oknum di Polsek Panakukang

09 March 2018 17:28
Diduga Sarat Pungli, Oknum di Polsek Panakukang
Bukti surat perjanjian
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Bukti surat pernyataan perjanjian damai yang belum ditandatangani pihak 1

BugisPos — Polsek Panakkukang berhasil menggamankan 1(satu )unit mobil dengan merek Avanza G 1.3 M/T warna Putih, tahun pembuatan 2017 dengan no.rangka: MHKM5EA3JHK056494 no mesin: 1NR F246242, barang tersebut adalah,barang bukti yang telah disita aparat Polsek Panakukang Makassar.

Dalam perkara penipuan dan penggelapan yang terjadi pada hari Rabu tanggal, 17-05-2017 sekitar jam 15.30 wita, bertempat di jalan Racing Centre Makassar, kecamatan Panakkukang, kota Makassar, dimana barang tersebut milik saudara Azis SE yang telah didapatkan. Saat ini mobil tersebut disita oleh penyidik dan perkaranya ditangani satuan unit Reskrim Polsek Panakkukang Makassar.

” Sebelum proses mobil didapatkan. Aziz menceritakan probelm mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan ke pihak penyidik yang menangani proses perkara, hal tersebut disampaikannya saat ditemui di warkop Sija pada hari Kamis siang (8/03/2018).

” Azis mengatakan mengeluarkan dana sekitar 8 juta rupiah kepada oknum anggota unit Reskrim Polsek Panakukang kota Makassar yang menangani kasusnya awal dan akhir, mereka menyebutkan sebagai uang operasional pencarian barang yang hilang dan dana tersebut diberikan bervariasi sampai mobilnya ditemukan selama 6 bulan kemudian. Namun mobil tersebut belum juga diserahkan kepada pihak pemiliknya. Tidak sampai disitu, o knum anggota Reskrim Polsek Panakukang melakukan mediasi kepada dua belah pihak, korban dan tersangka”, ungkapnya.

Kawan Azis yang minta agar namanya tidak dipublikasikan menambahkan bahwa, ” persoalan ini sudah didamaikan antara Andi Amalia Azis T selaku tersangka dan Azis SE selaku korban terjadi kesempakatan dua belah pihak. Dimana pihak kedua menyerahkan uang ganti rugi sebesar 25 juta rupiah kepada pihak pertama sebagai ganti rugi selama ini. Tapi pihak penyidik atas nama saudara Rn mengambil uang tersebut dan menyimpannya, tidak menyerahkan langsung ke pihak pertamay hingga selanjutnya menyerahkan ke kepala Penyidik (panit l) atas nama An SH “, terangnya dalam pesan singkatnya lewat whatsapp pada pukul 6.15 malam.

Sementara saat dikonfirmasi mengenai masalah tersebut, Panit 1 Reskrim Polsek Panakukang Armin SH kepada BugisPos menuturkan bahwa, ” ada proses jika ingin mengambil barang bukti seperti mobil, itu merupakan kebijakan pimpinan atau kapolsek “, katanya.
Kemudian mengenai uang yang diberikan kepada oknum penyidik, dirinya berpendapat bahwa, ” uang tersebut diberikan tanpa kami minta dan uang untuk berdamai yang berjumlah 25 juta telah dikembalikan kepada tersangka Andi Amalia Azis T “, jelas Armin diruangan kerjanya.

Untuk memperjelas klarifikasi berikutnya wartawan kembali mengunjungi panit 1 Reskrim polsek Panakukang. Setelah menunggu sekian lama hingga berita ini dipublikasikan, yang dimaksud tidak berhasil dikonfirmasi lantaran tidak berada di kantornya. Jumat (9/03/2018).

Penulis : Yusuf
Editor : Ali

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya