HTTP Status[404] Errno [0]

GP Ansor Tolak Politisasi SARA dan Penggunaan Tempat Ibadah

15 March 2018 02:21
GP Ansor Tolak Politisasi SARA dan Penggunaan Tempat Ibadah
GP-Ansor mengadakan kegiatan " Deklarasi Menolak Politisasi SARA dan Penggunaan Tempat Ibadah Sebagai Panggung Kampanye pada Pilkada 2018 Sulawesi Selatan" yang diselenggarakan di Hotel Remcy, Jalan Belouvard, Kota Makassar, Rabu.(14/3/2018)
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

GP-Ansor mengadakan kegiatan ” Deklarasi Menolak Politisasi SARA dan Penggunaan Tempat Ibadah Sebagai Panggung Kampanye pada Pilkada 2018 Sulawesi Selatan” yang diselenggarakan di Hotel Remcy, Jalan Belouvard, Kota Makassar, Rabu.(14/3/2018)

BugisPos — Pilkada serentak 2018 di Sulawesi-Selatan hampir mencapai puncaknya, tepatnya pada 27 Juni 2018 pesta demokrasi itu akan berlangsung.

Kampanye-kampanye dari pasangan calon menjadi pemandangan yang tidak asing lagi tak lain hanya untuk memperkenalkan program kerja dan menarik simpati masyarakat.

Menyikapi panasnya suasana pilkada Sul-Sel untuk menghindari maraknya isu suku, agama, dan ras (SARA) yang kerap dijadikan bahan kampanye politik, Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor) Sulawesi Selatan membuat suatu pergerakan yang melibatkan berbagai elemen penting.

GP-Ansor mengadakan kegiatan ” Deklarasi Menolak Politisasi SARA dan Penggunaan Tempat Ibadah Sebagai Panggung Kampanye pada Pilkada 2018 Sulawesi Selatan” yang diselenggarakan di Hotel Remcy, Jalan Belouvard, Kota Makassar, Rabu.(14/3/2018)

Deklarasi ini juga dirangkaikan dengan diskusi bersama berbagai tokoh-tokoh penting yang bersedia hadir sebagai narasumber untuk memberikan gagasan terkait tema yang diusung.

Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk membangun konsolidasi bersama agar pilkada bisa dilewati dengan aman tertib tanpa ada konflik dan fitnah terkait penyelanggaran pilkada serentak Sul-Sel 2018.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya ketua KPU Sul-Sel, para ketua OKP, pimpinan majelis agama dan organisasi masyarakat, pimpinan Banwaslu, ketua FKUB Sul-Sel, anggota kepolisian dan TNI, serta ketua perwakilan tim pemenangan dari masing-masing kandidat.

Ketua DPW Ansor Sul-Sel Rusdi Idrus sebagai inisiator utama kegiatan menjelaskan larangan politisasi terkait suku, agama, dan ras (SARA) dan larangan penggunaan tempat ibadah untuk berpolitik, semua telat diatur dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah.

Dalam kampanye tidak boleh melibatkan isu SARA yang akan memicu konflik antar sesama dan tempat ibadah selayaknya harus digunakan sebagaimana mestinya bukan dijadikan tempat berkampanye.

“Sebenarnya kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun konsolidasi bersama agar pilkada ini kita bisa lalui dengan riang gembira, pesta demokrasi ini harus dilakukan dalam kerangka bersenang-senang tidak ada konflik, tdk ada isu-isu saling memfitnah saling menjelekkan. Karena itu kita berharap siapapun pemimpin yg terpilih bisa membawa Sul-Sel ke arah yg lebih baik tanpa harus mempraktekkan politisi SARA dan menggunakan tempt ibadah sebagai ajang politik”, ujar ketua DPW GP Ansor.

Ia pun berharap kontesasi pilkada tahun ini dijadikan momentum untuk memilih pemimpin Sul-Sel yang membawa perubahan dan mengajak kepada seluruh kalangan untuk berkompetisi secara sehat dan tidak membawa isu SARA dan tempat ibadah untuk kampanye.

Ketua KPU Sul-Sel Iqbal Latief pun memperjelas bahwa kampanye adalah ajang bagi paslon untuk memperkenalkan visi misi dan program kerja ke masyarakat. Materi kampanye harus berfokus pada program dan tidak menyinggung unsur SARA.

“Bawaslu akan mengawasi tempat-tempat ibadah. Terkait sanksi bagi yang melanggar akan dilihat tingkat keparahan pelanggarannya dan itu akan menjadi kajian bawaslu” ujar ketua KPU Sul-Sel saat diwawancarai oleh wartawan bugispos.com

Ketua KPU Sul-Sel juga menghimbau kepada pemuka-pemuka agama dalam ceramahnya di tempat-tempat ibadah atau di kegiatan manapun untuk tidak berbicara tentang politik praktis dan tidak mengajak jamaahnya untuk ikut berpolitik.-IBA

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya