HTTP Status[404] Errno [0]

Appi-Cicu Babak-belur di Debat Kandidat

17 March 2018 15:09
Appi-Cicu Babak-belur di Debat Kandidat
Debat Kandidat Walikota/Wakil Walikota Makassar di Clarion
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Debat Kandidat Walikota/Wakil Walikota Makassar di Clarion

BugisPos – Pasangan Munarfi Arifuddin-Rachmatika Dewi (App-Cicu) babak-belur dan tak mampu berkutik pada Debat Kandidat di Hotel Clarion yang digelar KPU Kota Makassar, Jumat 16/3/18. Sementara pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) melenggang dengan memenangkan lima sesi dalam dialog yang dipandu Dr. Ikbal Sultan, dosen senior Sospol Unhas.

Pada lima sesi debat, pasangan Appi-Cicu memaparkan sepuluh program, yang intinya sebenarnya bukanlah program melainkan hanya berupa sepuluh poin yang berbau tagline. Misalkan Makassar Hebat, Pemuda Hebat, dan seterusnya yang tak lebih dari sekedar ucapan tagline tanpa konsep yang jelas akan dibawa kemana ini Makassar lima tahun ke depan seandainya Appi-Cicu menang di Pilwali.

Sementara DIAmi delapan program yang ditawarkan luar biasa jelas konsep dan tujuan yang akan dicapai. Intinya dari delapan program ini merupakan rangkaian konsep yang dimaksudkan untuk mencapai titik puncak Makassar jangan mundur lagi.

Babak-belur

Appi-Cicu menyoroti tingginya angka pengangguran dan tingginya angka kemiskinan tanpa dilandasi data yang valid, pada gilirannya ditanggapi santai oleh pasangan DIAmi. Danny Pomanto dengan santai mengungakpkan bahwa tingkat kemiskinan di Makassar menunjukkan angka yang menurun. Hal yang sama juga terjadi di soal angka pengangguran. Kedua hal ini didasarkan pada angka-angka yang dikeluarkan pihak lembaga Statistik secara resmi. Mendengar pemaparan Danny Pomanto tersebut Appi-Cicu terlihat kecut.

Appi-Cicu juga mengungkapkan bahwa bila dia nanti menjadi Walikota/Wakil Walikota Makassar maka yang pertama akan dihentikan ialah reklamasi lantai Losari. Menurut Appi, reklamasi Losari harus segera dihentikan karena akan menimbulkan pengangguran dan tidak produktif.

Atas pernyataan Appi ini, Indira Mulyasari langsung menyebut UU 23 yang mengatur reklamasi dilaksanakan oleh Pemprov Sulsel. Danny Pomanto menambahkan dengan santai, bahwa bila ada walikota yang menolak reklamasi maka dia tentu melanggar undang-undang. Sebab reklamasi itu diatur dalam UU 23.

Intinya Danny Pomanto dalam bahasa bersayap mengatakan, bahwa kita ini sebaiknya jangan ‘piti kana-kanai’. Kita mestinya berbicara dengan berbasis data. Kapan kita bicara tanpa data yang valid maka ujung-ujungnya adalah hoax dan piti kana-kanai. Ucapan Danny disambut teriakan dua dua duaaaa oppokiii oleh ratasan pendukungnya di acara debat kandidat ini.

Sedang pasangan Appi-Cicu terlihat babak-belur meskipun para pendukungnya tak henti meneriakkan kata Appi-Cicu nomor satuuuu (una)

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya