HTTP Status[404] Errno [0]

Ini Kata Kapolsek Tamalanrea, Terkait Pembebasan Intel Palsu

21 March 2018 18:19
Ini Kata Kapolsek Tamalanrea, Terkait Pembebasan Intel Palsu
Nurwahid yang berumur sekitar 24 tahun ini, diciduk berdasarkan laporan masyarakat
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Nurwahid yang berumur sekitar 24 tahun ini, diciduk berdasarkan laporan masyarakat.

BugisPos — Nurwahid warga asal kabupaten Gowa, pelaku kasus penipuan berkedok sebagai denintel Kodam XIV Hasanuddin berpangkat Sersan Mayor (SerMa) diciduk saat menjalankan aksinya di seputaran rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar dibebaskan oleh pihak polsek Tamalanrea, Senin 19 Maret 2018.

Berita pembebasan Nurwahid, dibenarkan oleh Kompol H Syamsul Bakhtiar SE selaku kapolsek Tamalanrea yang menangani kasus pria berumur 24 tahun yang bekerja sebagai pengemudi online ini. Seperti dikutip Lintasterkini.com Selasa, 20/03/2018.

Pelaku dibebaskan karena sampai batas waktu yang ditentukan pihak kepolisian Tamalanrea tidak ada satu pun korban yang melapor, ditambah dengan tidak adanya pelapor yang mendampingi saat penangkapan pelaku.

“Saya tunggu 1×24 jam di kantor, menunggu pihak yang keberatan atau korban yang merasa dirugikan. Namun sampai yang bersangkutan dibebaskan, korban tidak ada satupun yang melapor untuk dibuatkan LP yang menguatkan penahanannya. Sebab itu sudah prosedur yang berlaku jika berbicara masalah hukum,” jelas kapolsek Tamalanrea.

Terkait waktu yang diberikan pihak polsek Tamalanrea untuk membawa korban yang merasa dirugikan, diakui oleh Andi seorang anggota kodam XIV Hasanuddin sebagai pelapor kasus penipuan tersebut tapi pemberian waktunya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Menurut Andi saat dikonfirmasi langsung oleh wartawan BugisPos dia diberi waktu sampai hari Senin untuk mengumpulkan korban-korban atau saksi-saksi yang menguatkan laporannya, akan tetapi pelaku sudah dibebaskan sebelum hari Senin yakni pada Sabtu malam dengan uang tembusan.

“Tidak ada yang datang ke polsek Tamalanrea sampai hari minggu Malam. Ditunggu tapi tidak ada yang muncul”, tegas Kompol H Bakhtiar SE.

Pihak anggota Kodam XIV Hasanuddin selaku pihak yang merasa dirugikan atas aksi Nurwahid mengaku kecewa terhadap penyidik di Polsek Tamalanrea.

Sementara dari pihak polsek Tamalanrea membantah jika kasus itu tidak ditindaklanjuti jika memang ada pihak yang merasa dirugikan.

Tidak ada laporan kerugian yang masuk di polsek Tamalanrea saat Nurwahid ditahan dan akhirnya pelaku dibebaskan karena tidak ada yang merasa dirugikan.

“Kami dari Polsek tidak akan berani berbuat seperti itu apalagi jelas yang mengamankan anggota TNI. Masa kami tidak menindak lanjuti kalau memang ada pihak yang merasa dirugikan,” ujar Kapolsek Tamalanrea.

Andi yang merasa ditipu dan korban-korban yang merasa dirugikan akan mendatangi Kantor Polsek Tamalanrea guna menuntut perihal pembebasan pelaku Intel gadungan tersebut. – Saiful Thalib –

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya