HTTP Status[404] Errno [0]

Matemija, Pelapor Kecewa, Oknum Polsek Bebaskan Anggota Intel Palsu

21 March 2018 17:52
Matemija, Pelapor Kecewa, Oknum Polsek Bebaskan Anggota Intel Palsu 
Nurwahid yang berumur sekitar 24 tahun ini, diciduk berdasarkan laporan masyarakat
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Nurwahid yang berumur sekitar 24 tahun ini, diciduk berdasarkan laporan.

BugisPos — Setelah penangkapan yang dilakukan oleh Tim Denintel Kodam XIV Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Inf Syamauddin di rumah sakit Wahidin Sudirohusodo, Jumat 16 Maret 2018 kepada salah seorang warga asal kabupaten Gowa bernama Nurwahid yang mengaku sebagai anggota intel , kini Nurwahid telah dibebaskan pada Minggu malam (18/3/2018)

Nurwahid yang berumur sekitar 24 tahun ini diciduk berdasarkan laporan masyarakat dan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kota Makassar yang merasa menjadi korban dan dirugikan atas penipuan dengan mengatasnamakan dirinya sebagai anggota denintel berpangkat Sersan Mayor (SerMa) yang kerap meminta sejumlah uang.

Andi seorang anggota TNI yang telah melaporkan kejadian penipuan itu kepada pihak kepolisian kecewa lantaran pembebasan yang dilakukan pihak kepolisian kepada Nurwahid tanpa adanya tindakan lebih lanjut.

Pasalnya setelah dikonfirmasi lewat telpon seluler dengan istri pelaku, Nurwahid dibebaskan tengah malam dengan jaminan uang sejumlah Rp 5 juta yang diberikan kepada penyidik dan tanpa memberitahukan kepada Andi selaku pelapor kasus penipuan tersebut.

“Tiba-tiba dia (pelaku) dibebaskan malam Senin tanpa sepengetahuan saya. Saya ditanya sama komandan dia dibebaskan atas dasar apa? Saya bingung, dia keluar saja saya tidak tahu” ujar Andi

Pihak kepolisian berdalih jika laporan kasus penipuan tersebut tidak tertulis dan tidak ada yang melapor ke kantor polisi dan merasa dirugikan lebih dari Rp 2 juta.

“Saya memang melapor ke polsek tidak secara tertulis, saya cuma menyampaikan. Dari polsek katanya kalau tidak ada laporan tertulis dan tidak ada yang merasa dirugikan lebih dari 2 juta tidak diproses”, imbuh Andi.

“Saya kecewa karena dari kepolisian cuma memandang 1 sisi dan uang saja minimal Rp 2,5 juta baru bisa diproses”, tambahnya.

Pihak kepolisian atas nama Zainal sebelumnya memberikan waktu 1×24 jam kepada Andi sebagai pelapor untuk membawa orang-orang yang merasa menjadi korban untuk segera diproses , tapi tidak kunjung datang.

“Kalau saya diberi 1×24 jam itu betul. Sekarang dari pak zainal bilang paling lambat hari Senin datang kesini kita selesaikan kumpulkan lagi korban-korban siapa yg merasa dirugikan. Sementara saya mengumpulkan korban, ternyata dia sudah dibebaskan. Saya tanya pak Zainal, jawabannya tidak tahu berarti selama ini kepolisian piket lama dan piket baru tidak serah terima tahanan di penjara. Tidak masuk akal”, jelas Andi saat dikonfirmasi oleh wartawan BugisPos.

Menyikapi sikap dari pihak kepolisian yang telah membebaskan Nurwahid sebagai pelaku penipuan, Andi mengaku akan tetap melanjutkan laporannya karena merasa dirugikan dan tidak dihargai.

“Laporan saya tetap berlanjut karena saya merasa dirugikan dan tidak dihargai sm sekali, saya diinjak-injak dan dia dengan seenaknya dibebaskan”, ujarnya.-Saiful Thalib-

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya