HTTP Status[404] Errno [0]

Korban di Teluk Laikang, Ditemukan Selamat oleh Warga

24 March 2018 09:27
Korban di Teluk Laikang, Ditemukan Selamat oleh Warga
Sumanto Dg. Bilu salah satu korban yang selamat
  • share facebook - suara.com
  • share twitter - suara.com
  • share google plus - suara.com

Sumanto Dg. Bilu salah satu korban yang selamat.

BugisPos — Sumanto Dg. Bilu umur 30 tahun bersama anaknya Bio umur 11 tahun yang baru duduk di bangku sekolah dasar dan keponakannya Saidil umur 10 tahun, tenggelam di perairan teluk laikang.

Menurut Dg. Nakku sepupu korban, bermula saat Sumanto meninggalkan rumahnya sekitar sore kemarin jam 03:30 Kamis, 22/03/2016. Sumanto mencari rumput laut / agar-agar dengan menumpangi perahu Viber yang tidak berjarak sekitar 2 kilo dari daratan di dusun Puntondo desa Laikang, kecamatan Manggarabombang, kabupaten Takalar.

Perahu yang di tumpangi oleh Dg. Bilu terbalik saat diterjang angin disertai hujan deras, kurang lebih 10 jam ketiga korban di temukan oleh warga yang berprofesi sebagai nelayan bernama Makka Dg. Tutu Jum’at pagi 07/03/2018 dalam keadaan selamat dengan posisi terapung di perairan teluk laikang dengan menggunakan cergen.

Menurut Dg. Bilu salah satu korban selamat saat di temui di rumahnya, menjelaskan dengan mata berkaca-kaca bahwa, “ saya dibawa ke rumah Makka Dg. Tutu dan diberi makan karna saya lapar sekali, karna seharian saya terapung di laut dan hanya menyantap kepiting mentah dan batang pisang yang hanyut “, ungkapnya.

“ Dirinya di jemput oleh Basarnas di rumah Dg. Makka berjumlah 6 (enam) orang menggunakan perahu karet, saya pun kemudian di bawa pulang ke rumah di desa Laikang dusun Puntondo “, lanjutnya.

Basri Basarnas Makassar menjelaskan bahwa untuk pencarian yang di lakukan oleh Basarnas sejauh 10 kilo dan personil yang di turunkan berjumlah 10 orang serta di bantu oleh beberapa personil dari badan penaggulangan bencana kabupaten Takalar menggunakan perahu karet.

Mappaturung S.Sos. selaku Camat Manggarabombang menjelaskan bahwa, “saya himbau kepada semua masyarakat terkhusus yang di pesisir, jangan ada aktivitas dulu di laut ketika cuaca ekstrem, karna di desa Laikang sendiri sudah terjadi 2 kali kecelakaan laut dan Alhamdulillah saya merasa bersyukur karna korban ditemukan dalam keadaan selamat”, ucapnya.

“Kedepannya saya berharap kepada pemerintah terkait, supanya bisa menganggarkan baju pelampung untuk masyarakat pesisir dengan tujuan mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan”, tambahnya.

Sementara Sudirman Dangker, salah satu aktivis di desa Laikang yang sering di sapa Dangker menilai, bahwa, “ Badan Penanggulangan Bencana kabupaten Takalar kurang profesional, karna saya lihat tadi malam cuma datang duduk dan foto-foto tanpa ada tindakan serta tidak membawa peralatan penyelamatan kepada korban tenggelam “, ungkapnya.

“ Kedepannya, saya harap tim dari Badan Penanggulangan Bencana kab. Takalar ini, harus melengkapi semua peralatan untuk pertolongan pada korban tenggelam “, tutup Dangker.

Penulis : Lira
Editor : Ali

Bugispos.com

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya