Kabid Humas Polda Sulsel Talkshow Paraikatte di TVRI.

14 May 2018 20:46
Kabid Humas Polda Sulsel Talkshow Paraikatte di TVRI.

BugisPos.- Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes. Dicky tampil pada acara talkshow Paraikatte di stasiun TVRI Makassar bersama salah seorang tokoh BNPT dan tokoh agama dari MUI, dipandu Wahyuddin Abu Bakar dari TVRI Makassar.

Pada Talkshow itu, membahas masalah yang sedang hangat dimedia seperti kasus bom bunuh diri yang terjadi beberapa hari ini. Seperti diketahui pada hari Minggu kemarin 13 Mei 2018, telah terjadi bom bunuh diri di beberapa gereja di Surabaya .

Pada Talkshow itu, sejumlah pemirsa TVRI aktif melakukan telepon interaktif, diantaranya Rauf dari Makassar. Kepada Kabid Humas Polda Sulsel, Rauf mempertanyakan bagaimana cara mendeteksi para pelaku yang baru terinfeksi pemahaman radikal.

Rauf juga berharap agar pihak kepolisian saat melaksanakan pengamanan di tempat ibadah, sebaiknya melaksanakan tindakan tegas jika mencurigai gerak gerik seseorang.

Kemudian penelpon berikutnya datang dari Wawan yang beralamat di Sungguminasa Kabupaten Gowa. Menurutny, kurang percaya dengan yang namanya teroris di negara kita ini.

Dari sejumlah penelpon yang masuk Kabid Humas Polda Sulsel menyatakan, ada beberapa tips untuk bisa memanimalisir pergerakan simpatisan ISIS, diantaranya
RT / RW harus kuat, siapapun warganya harus diketahui, kemudian diharapkan alim ulama ikut memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa aksi teror itu salah besar.

Selanjutnya kerjasama TNI Polri dan Pemerintah agar mendekati masyarakat serta memberi ruang kerja. Dan sebagai anak bangsa kita harus saling membangun.

Selanjutnya dijelaskan, ciri seseorang yang memiliki pemahaman radikal yaitu, mereka pemikiran mau menang sendiri, tidak menerima saran dari pihak luar, egoisme yang tinggi, seperti disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky.- Suaedy.-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya