Terkait Ibu Melahirkan di Teras Puskesmas

Tauwwa, Kepala Puskesmas Kading Angkat Bicara

21 August 2018 08:54
Tauwwa, Kepala Puskesmas Kading Angkat Bicara

 

BugisPos  —  Setelah di beritakan sebelumnya Nurdiana 38 tahun warga Desa Watu, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi – Selatan, melahirkan di teras Puskesmas Kading  tanpa pertolongan Bidan sehingga bayinya meninggal dunia.

Kepala Puskesmas Kading, dr.Kasmawar Abbas dk angkat bicara,senin (20/8), menurutnya Puskesmas Kading PKMS non rawat inap , sehingga pelayanan tidak ada 24 jam.

Namun mengingat adanya upaya mencegah kematian ibu dan bayi, maka kami mengupayakan, membentuk fasilitas persalinan , dengan meminjam rumah dinas dokter, berjarak sekitar 100 meter  dari PKMS induk, yang merupakan lahan pribadi masyarakat disana,tuturnya.

“Sistem yang ada selama ini menjadi komitmen PKMS dan desa wilayah kerja PKMS kading, adalah menjemput bola, dimana para ibu hamil, yang akan bersalin akan di antar oleh bidan desa masing- masing bersama kader/kepala desa,”kata Kasmawar.

Lanjut Kasmawar semua ibu hamil memiliki nomor kades dan bidan desa. Semua bidan desa siap 24 jam melayani persalinan, sesuai dengan kalender persalinan yang mereka miliki, sehingga taksiran kelahiran ibu bisa
discreening lebih awal.

Hal lain terjadi pada kasus ini, pasien datang sendiri, didampingi dukun beranak tanpa koordinasi dengan bidan desa dan kepala desa, agar dapat diantar dengan mobil layanan sosial yg ada.

Dari informasi Ibu (Nurdiana), datang dengan naik motor. si ibu sebenarnya tidak mengetahui akan melahirkan, hanya menduga sakit perut biasa,sehingga menghubungi dukun terlebih dahulu, sehingga ada keterlambatan membawa ibu hamil ke faskes, dan keterlambatan dalam pemberian informasi kebidan desa setempat dan pemerintah desa, ungkapnya.

Menurutnya, kontak terakhir dengan bidan pada tgl 17 bulan lalu, dan si ibu setiap bulan rutin memeriksakan status kesehatan, jadwal persalinan diperkirakan pada tgl 29 bulan ini, jadi ada kemajuan waktu persalinan.

Tidak ada denda bahkan kami berupaya , memaksimalkan pelayanan, dengan meminta mobil layanan sosial. selama ini ambulance selalu digunakan tanpa diminta pungutan apapun. untuk pasien tanpa jaminan, baik kis maupun BPJS, ada layanan Jampersal bagi pasien tidak mampu, selama pasien melahirkan di faskes,bukan di rumah .

Semoga dengan kejadian ini, menjadi instrospeksi bagi kami ke depan juga untuk lebih memaksimalkan informasi pelayanan publik, dan perlunya bantuan dari semua pihak menyampaikan informasi yg benar terkait denda yang sama sekali tidak ada, jelas Kasmawar.

Tambah Kasmawar, tadi kami bersama jajaran Dinkes bersama anggota Komisi 4, Andi Indra Jaya, Pemerintah Desa telah berkunjung ke rumah orang tua bayi, kondisinya sehat dan masih konsumsi obat dari dokter.

Menurut Sukirman suami Nurdiana, sekitar jam 5.00 Wita, Isterinya melahirkan dan tak terdengar suara tangis bayi, warga yang menemaninya, menyampaikan kalau sang bayi sudah tiada (meninggal),pungkasnya dengan kesedihan yang mendalam. – Sadli-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya