wujudkan pelayanan publik

Sosialisasi Regulasi Pajak di Pinrang

31 October 2018 23:36
Sosialisasi Regulasi Pajak di Pinrang
Pidato sambutan sekda Kabupaten Pinrang bapak H. Islamuddin.

 

Pidato sambutan sekda Kabupaten Pinrang bapak H. Islamuddin.

BugisPos – Peraturan perundang-undangan tentang pajak rokok di sosialisasikan di Pinrang mengusung tema “Kenali regulasinya, Kenali Bahayanya dan Kenali Dampaknya” diselengarakan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Pinrang.

“Acara sosialisasi dibuka Bupati Pinrang diwakili Penjabat Sekda Pinrang H.Islamuddin, di ruang pola Kantor Bupati Pinrang”, (31/10/2018).

Sementera pamateri DR Marif Mansur,SH,MH Akademisi dari Dosen Kopertis, juga dari BNN Provinsi Sulsel dan Pejabat Pemkab Pinrang Kabag Hukum Setda Pinrang Yosef Pao, mengatakan “maksud penyelenggaraan sosialiasi untuk memberi pemahaman kepada peserta tentang beberapa regulasi yang berhubungan dengan cukai dan pajak rokok serta memberikan gambaran tentang bahaya kebiasaan merokok dan narkoba”.

Sedangkan untuk tujuan pelaksanaan sosialisasi adalah “terciptanya generasi muda yang sehat diharapkan menjadi pelopor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Pinrang”.

“Rangkaian dari sosialisasi para peserta dari pelajar dan generasi muda akan mengikuti lomba pidato, lomba alat peraga dan lomba desain poster”.

Sekda H Islamuddin mengatakan “sesuai UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah, mulai 1 januari 2014 Pemprov dapat memungut jenis pajak baru yaitu pajak rokok”.

Islamuddin kata dia, “ada beberapa yang melatar belakangi lahirnya kebijakan tentang pajak rokok, yaitu perlunya penerapan pajak yang lebih adil kepada seluruh daerah agar daerah mempunyai sumber dana memadai untuk mengendalikan dan mengatasi dampak negatif rokok”.

“Karena sebelumnya daerah yang mendapatkan dana bagi hasil tembakau hanya daerah penghasil rokok dan penghasil tembakau disamping perlunya pengendalian dampak negatif rokok, karena terkait dengan meningkatnya tingkat prevalensi perokok di Indonesia, meningkatnya dampak negatif konsumsi rokok bagi masyarakat”.

Sementara pemateri Marif Mansur dalam sambutannya “mengajak generasi muda untuk menghindari rokok dan narkoba yang dinilai sebagai ancaman”.

Untuk regulasi pendapatan negara dari cukai rokok perlu dijelaskan “bahwa dari hasil itu didapat dari yang terlanjur merokok, pendapatan cukai juga dinilai cukup besar sehingga hal itu dapat juga dimanfaatkan dalam pembangunan termasuk dibidang kesehatan”. Marif Mansur tutupnya. (AAD)

 

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya