Matemija, Jalan Rusak Depan Bung, Ancam Pengguna dan Penyelenggara Jalan

13 November 2018 21:27
Matemija, Jalan Rusak Depan Bung, Ancam Pengguna dan Penyelenggara Jalan

BugisPos — Jalan rusak yang basah, bergelombang dan berlubang di ruas jalan Perintis Kemerdekaan tepat depan kompleks Bung Permai sangat membahayakan.

Berdasarkan pantauan BugisPos, Selasa, 13/11/2018. Kerusakan jalan di depan Bung yang sudah berlangsung lama, bisa mendorong terjadinya kecelakaan tunggal. Bahkan, ketika pengendara berusaha menghindari jalanan rusak tersebut, mereka berisiko untuk diserempet maupun ditabrak kendaraan lain.

Pasalnya para pengendara yang melaju dari arah Utara, sekira 50 meter dari Pom Bensin depan pintu 1 Unhas tidak akan sadar jika di titik itu ada jalan rusak, sebab sebelum sampai ke titik jalan rusak mereka melintas di jalan bagus dan mulus terlebih dahulu.

Bahayanya lagi, jika instansi terkait tetap masih mengadopsi sikap “ Manaurus”. Selain mengancam para pengguna jalan yang rusak itu, ternyata kerusakan jalan itupun punya ancaman besar terhadap instansi terkait seperti Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional ( BBPJN ) XIII Makassar.

Seperti dikutip dari Hukum Online yang mengutip dari Antara, Djoko Setijowarno, seorang pemerhati transportasi, mengingatkan kita semua bahwa Indonesia memiliki Pasal 24 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatur soal ini.

 

1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas.

2) Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas.

Jika masih bersikap “Manaurus” atau sama sekali tidak ada sikap yang diambil terkait dengan kerusakan jalanan tadi, penyelenggara jalan seharusnya kembali menengok pada peraturan yang berlaku di jalanan.

Djoko menekankan bahwa ada Pasal 273, yang isinya adalah:
1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah).

4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Jalan rusak ternyata punya andil besar atas terlambatnya kita sampai ke tujuan, terutama disaat hujan turun. Kalau biasanya kita berkendara dengan kecepatan normal, jalanan rusak memaksa kita untuk berjalan pelan-pelan.

Jika jalanan rusak itu dibiarkan terus, penyelenggara jalan (dalam hal ini pemerintah), bisa balik dikenai hukuman seperti yang tercantum dalam pasal di atas, apalagi kalau sampai timbul korban jiwa.

Dan jika para penyelenggara jalan memahami betul Pasal 24 dan Pasal 273 ini, tidak perlu lagi ada jalanan yang dibiarkan rusak begitu saja. – @li –

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya