HTTP Status[404] Errno [0]

Mega Proyek Pompengan Jeneberang D.I Pattiro Sarat Masalah

03 January 2019 20:33
Mega Proyek Pompengan Jeneberang D.I Pattiro Sarat Masalah
Foto : Pekerjaan Saluran ruas Sugiale yang batunya di susun miring keatas.

BugisPos – Salah satu mega Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dirjen SDA, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang yaitu Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Pattiro yang terletak di Wilayah Kabupaten Bone, Sulawesi-Selatan.

Proyek ini dilaksanakan oleh PT.Tiba Papua dengan kontrak, No. HK.02.03 SNVT.PJPA. PJSS/PPK.IR.III/34/III/2018, nilai kontraknya sebesar Rp. 20 Milyar lebih, masa pelaksanaan selama 270 hari.

Rehabilitasi proyek ini terdiri atas beberapa ruas saluran, yang meliputi wilayah Daerah Irigasi Pattiro.

Pantauan Wartawan Bugis Pos.com tanggal 23 April 2018 terletak di ruas saluran sekunder di Desa Sugiale, Kecamatan Barebbo, bahwa proyek tersebut sarat masalah, dimana pekerjaan saluran yang menggunakan pasangan batu, teknis pelaksanaan pasangan batu hanya disusun miring keatas kemudian dituang campuran didepannya layaknya seperti plesteran serta campuran tidak memakai takaran. (Bukti foto pekerjaan pasangan batu kosong disusun serta video rekaman ada pada wartawan Bugis Pos.com)

Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK) wilayah sungai Pompengan Jeneberang Sahira, yang dihubungi melalui telpon saat itu menyatakan bahwa untuk kondisi pelaksanaan tersebut tidak akan dihitung karena belum mendapat izin dari direksi lapangan dan malah saat itu, Ia menginstrusikan agar pasangan tersebut dibongkar.

Namun oleh Pelaksana pekerjaan PT. Tiba Papua Nataniel selaku kontraktor pekerjaan tidak bongkar, dan pekerjaan tetap jalan serta dipercepat hingga mencapai kurang lebih 250 meter kiri kanan dengan tinggi pasangan 1,30 meter. Saat itu dengan kondisi pekerjaan pasangan batu hanya disusun miring keatas lalu dituang campuran didepannya.

Jumat 11 Mei 2018, Wartawan Bugis Pos.com berangkat ke Makassar di Kantor Pompengan Jeneberang Bidang Irigasi dan Rawa Jalan Monumen Emmy Saelan, dan ketemu langsung dengan PPTK Sahira serta Staf Teknis Samuel di ruangannya sekitar jam 11.20 Wita. Dan saat itu Sahira menyampaikan bahwa untuk pasangan batu saluran sekunder di Desa Sugiale tidak dibongkar namun tidak akan dihitung sebagai Volume (bobot), malah Staf Teknis saat itu menelpon kepelaksana agar tidak menghitung volume pekerjaan saluran tersebut.

Sabtu, 29 Desember 2018, Bugis Pos.com kembali mendatangi lokasi pekerjaan di Desa Sugiale yang diduga pekerjaan tersebut sudah di PHO. Dan disini Bugis Pos.com mendapatkan bukti bahwa pekerjaan saluran yang bermasalah tersebut yang sebelumnya melalui PPTK Sahira tidak akan dihitung sebagai volume.

Namun fakta di lapangan menandakan bahwa pekerjaan diduga telah dihitung sebagai volume atau bobot dengan bukti pada saluran telah ditandai dengan kode patok jarak dengan menggunakan pilox warna merah, mulai patok 77 sampai Patok 90. Berdasarkan data fakta tersebut seolah PPTK Pompengan Jeneberang Irigasi dan Rawa Sahira seolah akan mengelak dari tanggung jawabnya.

Namun pun lain halnya yang dilontarkan oleh Staf Teknis Pompengan Jeneberang Irigasi dan Rawa Samuel yang kini sudah bergeser posisi dihubungi melalui telpon Kamis, 3 Januari 2019 sekira jam 5.00 Wita menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut diruas Sugiale tidak dihitung sebagai volume meskipun pada saluran telah ditandai oleh Patok panjang saluran. Fakta akan terus bergulir ditangan Tim Pemeriksa. -Sadli-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya