wujudkan pelayanan publik

Target 10 Juta Lapangan Kerja Baru, Tercapai dalam Kepemimpinan Jokowi

09 January 2019 15:59
Target 10 Juta Lapangan Kerja Baru, Tercapai dalam Kepemimpinan Jokowi
Menaker, Hanif Dhakiri.

 

BugisPos – Rapat Koordinasi Nasional ( Rakornas) Bidang Ketenagakerjaan tahun 2019 yang dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta berlangsung dengan lancar dengan membahas tentang target pencapaian lapangan kerja selama kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakari  yang menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2015 hingga 2018, total penciptaan lapangan kerja baru telah mencapai 10,34 juta.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang menargetkan penciptaan 10 Juta lapangan kerja baru selama periode kepemimpinannya pada tahun 2015-2019 berhasil tercapai.

“Penempatan lapangan kerja sebanyak 2 juta lapangan kerja per tahun. Sampai akhir 2018 ini, ternyata target penciptaan lapangan kerja sudah tercapai sebesar 10.340.690 orang”, ujar Hanif Dhakari.

Hanif selaku Menteri Ketenagakerjaan dalam kegiatan ini menyebutkan bahwa target penciptaan lapangan kerja baru pada 2019 minimal tetap 2 juta lapangan kerja.

“Dengan demikian, total penciptaan lapangan kerja sejak 2015 bisa mencapai 12 juta pada tahun depan”, jelasnya.

“Jangan dianggap 2019 sudah tidak perlu penciptaan lapangan kerja lagi karena target 10 juta (penciptaan lapangan kerja) selama lima tahun bisa dicapai selama empat tahun,” tambahnya.

Menurut Hanif, ada berbagai upaya akan dilakukan untuk memaksimalkan pencapaian ini yakni dengan menyebarkan informasi pasar tenaga kerja kepada masyarakat dan penempatan tenaga kerja baik di dalam dan luar negeri.

Selanjutnya ujar Hanif, akan dilakukan program perluasan lapangan kerja untuk mendorong munculnya wirausaha baru di tengah masyarakat.

Program dari pemerintah untuk menfasilitasi migrasi dan melindungi pekerja migran Indonesia akan terus dilanjutkan.

Pemerintah juga akan menggali peluang pasar pekerja migran Indonesia di luar negeri dengan disandingkan dengan program penyiapan keahlian.

“Kami harus melihat kualitas pekerjaan di sana karena kami ingin agar kualitas pekerjaan dari para pekerja migran kita menjadi meningkat dan lebih baik dari waktu ke waktu,” jelas Hanif sesaat usai menutup sambutannya.-ST-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya