HTTP Status[404] Errno [0]

Ngobrol Politik “Sibawa” Rocky Gerung

02 February 2019 17:14
Ngobrol Politik “Sibawa” Rocky Gerung
Rocky Gerung.

BugisPos – Kegiatan percakapan politik yang menghadirkan Rocky Gerung sebagai pengamat politik berjalan dengan lancar yang dilaksanakan di Gedung Graha Pena, kota Makassar, Kamis, 31 Januari 2019.

Forum yang diberi nama Ngopi Bareng Rocky Gerung ini mengambil tema Ngobrol Politik Bareng Rocky Gerung diihadiri oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan.

Peserta terdiri dari kalangan politisi, mahasiswa, dan masyarakat umum yang tertarik dengan pengamat politik yang saat ini banyak memikat hati terkait pandangan politiknya.

Tidak sendiri, Rocky Gerung menghadiri acara ini dengan didampingi oleh Ismail Bakhtiar politisi dari Partai Keadilan Sejahtera dan politisi dari Partai Gerindra, Andre Arief Bulu.

Ketiganya hadir sebagai narasumber dalam acara bincang politik yang berlangsung di lantai 1 Gedung Graha Pena ini.

Kondisi forum berlangsung responsif dengan dibukanya sesi tanya jawab usai pemaparan materi dari para narasumber.

Ada tiga peserta yang diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, salah satunya pemuda bernama Syaiful Ahmad sebagai penanya pertama.

Tingkat partisipasi masyarakat pada pemilihan Walikota Makassar yang menjadi perhatian dari Syaiful saat mengajukan pertanyaan.

“Di tahun 2013 partisipasi masyarakat makassar mencapai 59% dan tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 57,2%. Data diambil dari komisioner KPU, Rahma Saiyed pada 7 Juli 2018”, ujar salah satu anggota organisasi kepemudaan Hidayatullah Sul- Sel ini, yang juga sebagau pegiat komunitas Teras Literasi.

Menurut Syaiful, hal tersebut adalah salah satu kegagalan partai politik (parpol) dalam memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat sebagaimana yang termaktub dalam UU no 2 tahun 2008 tentang kewajiban parpol menjalankan pendidikan politik ke masyarakat.

“Parpol harus aktif membangun kesadaran politik agar masyarakat tidak anti politik yang berujung pada menurunnya angka partisipasi politik”, tuturnya.

Dirinya lalu meminta Bang RG sapaan akrab Rocky Gerung untuk menanggapi kondisi perpolitikan yang sedang terjadi saat ini dan bagaimana nasib politik dihari yang akan datang.

Menanggapi tanggapan tersebut, bang RG sepakat penuturan Ipul sapaan akrab Syaiful Ahmad dan menuturkan bahwa tugas partai yang sebenarnya adalah menjadi pendidik publik bukan menjadi debt colector.

“Sangat betul apa yang sodara deteksi” ungkap RG.

Menurut RG kejadian tersebut terjadi karena parpol tidak mempunyai kurikulum pendidikan politik, sehingga transformasi kesadaran politik tidak benar benar efektif.

Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa kader partai harus aktif dengan masyarakat untuk menanyakan keadilan dan kesejahteraan mereka dan mensosialisasikan kesadaran politik dan pendidikan.

“Saya sangat setuju bawah harus ada kurikulum pendidikan parpol kedepan agar betul betul fungsi konstitusionalnya dijalankan dengan baik, dan masyarakat pun akan cerdas dalam partisipasi politik”, tutup laki laki kelahiran Manado ini. -ST-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya