wujudkan pelayanan publik

BPBD Bantu Perbaikan Rumah Terdampak Cuaca

11 February 2019 06:26
BPBD Bantu Perbaikan Rumah Terdampak Cuaca
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, menyerahkan bantuan stimulan kepada warga yang rumahnya rusak terdampak cuaca ekstrem di Kelurahan Barombong, Makassar, Jumat (8/2/2019). (Foto Humas BPBD Makassar)

BugisPos —  Peristiwa banjir dan angin pitung beliang pada 22 Januari 2019 lalu menyisakan banyak kerugian di tengah masyarakat. Banyak ruma yang terendam dan banyak pula yang rusak akibat  angin kencang.

 

Terkait hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, menyerahkan bantuan stimulan kepada warga yang rumahnya rusak terdampak cuaca ekstrem pada tiga lokasi berbeda di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Makassar kepada warganya yang terdampak bencana. Pemkot melalui BPBD telah memberikan bantuan stimulan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Taufiek Rachman di Makassar, Jumat 8/2/19

Melalui BPBD Makassar, pihaknya memberikan bantuan rekonstruksi bagi rumah warga yang terkena bencana terjadi beberapa hari terakhir.

Bantuan tersebut berupa balok, seng dan paku. Bantuan tersebut untuk membantu warga memperbaiki kembali rumahnya yang rusak akibat ditimpa pohon tumbang dan angin kencang.

“Semoga bantuan ini dapat membantu warga yang terdampak serta meringankan beban mereka,” tambah Taufiek.

Sementara Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Maharuddin mengatakan, bantuan tersebut diserahkan kepada warga di Kampung Kaccia, Bayoa dan Kampung Pallanassang, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Dia menyebutkan, akibat cuaca ekstrim hujan yang disertai angin kencang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan beberapa pohon tumbang serta angin kencang menimpa rumah warga.

“Dampak dari bencana itu, sebanyak empat rumah rusak berat di Kelurahan Barombong,” kata Maharuddin.

Hasil tim asessmen BPBD Makassar dibantu pihak kelurahan setempat yang telah melakukan proses identifikasi menghitung dampak dan komponen rumah rusak.

Berdasarkan rincian, menurut dia, ada dua rumah di Kampung Kaccia, satu rumah di Kampung Bayoa dan satu rumah di Kampung Pallanassang.

“Dari semua kerusakan, rumah terdampak dihuni sebanyak empat kepala keluarga, dengan jumlah total tercatat 21 jiwa,” katanya (**)

 

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya