HTTP Status[404] Errno [0]

Pekat IB Palopo Kritisi Reses Anggota Dewan

14 February 2019 00:01
Pekat IB Palopo Kritisi Reses Anggota Dewan
Ketua Infokom Pekat IB Palopo, Ahmad diapit oleh anggota dewan dan para pejabat.

BugisPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) kota Palopo melalui ketua infokomnya, Ahmad mengkritisi sejumlah persoalan yang muncul dalam acara reses anggota dewan Abdul Jawad Nurdin S.an dari komisi 1 dan Drs. Zubir Surasman dari komisi 2 di aula kelurahan Salubattang kecamatan Telluwanua kota Palopo pada Rabu (13/2/2019).

Dalam acara ini, turut mendampingi Camat Telluwanua, Darsan Dappi, lurah Salubattang, Mulyati, S.sos serta wakil dari Bappeda kota Palopo dan wakil dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).

Acara reses kali ini berlangsung alot dan cukup menegangkan, karena banyaknya pertanyaan tajam yang sangat kritis yang dilontarkan oleh ketua Infokom Pekat IB Palopo.

Menurutnya ketika dihubungi oleh BugisPos via WhattsApp mengatakan pemerintah harus membenahi luas kelurahan yang tidak sinkron dengan luas wilayah kelompok tani.

“Luas wilayah kelurahan Salubattang 720 Ha sedangkan jumlah kelompok tani ada 37 yang terdiri dari kelompok tani sawah dan kelompok tani kebun” ulasnya.

“Sesuai dengan aturan, 1 kelompok tani luas lahannya 25 Ha, jadi 25×37= 925 Ha yang harus dikelola khusus untuk kelurahan Salubattang saja” jelasnya lagi.

Selain itu Ahmad meminta kepada anggota dewan serta pemerintah agar memperketat sistim pengawasan khususnya untuk alat dan mesin pertanian (alsintan), karena banyaknya bantuan dari negara berupa bantuan alsintan yang disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu, baik dari Dinas Pertanian sendiri maupun masyarakat yang masuk dalam kelompok Tani.

“Saya meminta agar anggota dewan serta pemerintah mengawasi sistem pembagian alsintan yang tidak merata, dalam artian yang dapat bantuan adalah orang-orang tertentu atau itu-itu tok saja” protesnya.
Ditempat yang sama, camat Telluwanua, Darsan Dappi memberikan tanggapan terhadap pertanyaan yang mengemuka.

“Saya sudah beberapa kali mengusulkan kepada Dinas & BPP atau penyuluh namun tidak mendapatkan tanggapan dari instansi tersebut” jawabnya.

“Tapi saya akan berusaha agar persoalan tersebut bisa diselesaikan”ujarnya.

Tanggapan senada disampaikan oleh salah satu anggota dewan menurutnya, mereka sangat berterimakasih, karena persoalan ini juga tak luput dari kekurangan.

“Saya berterima kasih terhadap masukan tadi, ini menjadi evaluasi buat kami, serta akan dibahas di dewan” jawabnya.

“Hal ini akan kami sampaikan kepada dinas terkait, agar jangan lagi terjadi hal yang serupa” pungkasnya. (Abha/One)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya