wujudkan pelayanan publik

Siap-siap Jadi Terdampak Mutasi

19 February 2019 06:21
Siap-siap Jadi Terdampak Mutasi
Oleh : Usdar Nawawi

BugisPos — Beberapa waktu belakangan ini, Walikota Moh Ramdhan Pomanto lebih sering mengatakan, dirinya akan melakukan mutasi besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung sebanya 500 pejabat di lingkup Pemkot Makassar mau dimutasi. Selain itu, sebanyak 200 kepala SD dan SMP juga akan dimutasi.

 

Kemudian Danny Pomanto, panggilan akrab Walikota, lagi-lagi menegaskan, bahwa sesudah proses lelang jabatan eselon 2 selesai, maka mutasi besar-besaran itu segera dilaksanakan. Apalagi Walikota sudah mengantongi izin dari gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

 

Masa jabatan Walikota Danny Pomanto memang akan berakhir pada tanggal 8 Mei 2019. Itu artinya tersisa watu dua bulan untuk mengeksekusi mutasi itu. Lantas siapa-siapa dari mereka yang nantinya akan terkena dampak mutasi itu?

Banyak memang  yang mau dimutasi. Tapi tentu ada yang digeser, ada yang naik jabatan, ada pula yang dinonjobkan. Mereka dari barisan kepala bidang, kepala seksi, kasub seksi dan jajaran lurah.

Mengapa mesti ada lurah, padahal mutasi tempo hari itu sudah banyak lurah yang dimutasi. Jawabnya, sebab mutasi itu adalah penyegaran. Bisa jadi lurah yang baru dilantik tempo hari itu kurang segar.

Dengan kabar mutasi yang meliuk-liuk di media dan gencar menyebar dari mulut ke mulut ini, sungguh membuat banyak orang yang sakit kepala, bahkan sakit gigi. Pikiran mereka menerawang kemana-mana. Itu sebab mereka ini tak percaya diri.

Persoalannya ialah, mengapa bisa Walikota melakukan mutasi padahal masa jabatannya sudah segera berakhir?  Jawabnya, sebab Walikota ingin meninggalkan Balaikota setelah melakukan penyegaran.

Walikota tak ingin meninggalkan Pemkot Makassar dengan jajaran aparat yang loyo, kurang inovatif, pikirannya cuma di warkop, tidak produktif, cuma bisanya berleha-leha, dan segala rupa gaya dan karakter yang  kurang memuaskan.

Walikota ingin meninggalkan Balaikota dengan jajaran aparat yang siap bekerja di segala cuaca, inovatif, produktif, dan dapat dibanggakan. Bukan dengan model pejabat malas tapi rajin mappala,-pala’. Suka pelihara budaya korup dan pungli. Pikirannya hanya selalu mengarah pada apa yang bisa diambil dari negara, bukan apa yang bisa diberikan kepada negara.

Seperti mereka inilah idelnya yang layak menjadi terdampak mutasi. Artinya, dari dampak mutasi itu nantinya, mereka akan masuk di barisan nonjob. Tanpa jabatan.

Tetapi kita semua tentu berdoa, mudah-mudahan saja tak seorang pun yang terdampak mutasi, pada mutasi jidid terakhir yang akan dilakukan Walikota ***

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya