BPBD Bantu Bencana Jeneponto Tauwwa

21 February 2019 20:43
BPBD Bantu Bencana Jeneponto Tauwwa

BugisPos – Perhatian Pemkot Makassar terhadap daerah tetangga yang terkenal bencana patuy diacungi jempol. Tak banyak daerah yang melakukan hal serupa dengan Makassar

Hal itu dibuktikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar yang menyerahkan bantuan logistik kepada korban bencana banjir bandang di Kabupaten Jeneponto beberapa waktu lalu.

“Bantuan yang diserahkan berupa air mineral, makanan instan, perlengkapan tidur, pakaian dan beras,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Makasssar, M Ilham Taufan, Kamis 31/1/19

Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu wilayah terdampak banjir yang cukup parah di Sulsel. Data menyebutkan ratusa rumah warga rusak diterjang banjir dan puluhan warga lainnya meninggal akibat bencana.

“Bantuan ini berasal dari sumbangan SKPD, BUMN, dunia usaha dan masyarakat peduli bencana yang dikumpulkan pada acara Rakorkus dipimpin Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto di Hotel Four Point beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Bantuan kemanusiaan ini diserahkan langsung ke posko pengungsian yang ada di Kabupaten Jeneponto sebelumnya di lepas Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Taufiek Rachman didampingi Sekretaris BPBD, Khaeruddin.

Bantuan kemanusiaan tersebut diantarkan langsung M Ilham Taufan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Makassar menuju Kabupaten Jeneponto. Pihaknya berharap, melalui bantuan ini, dapat membantu sanak saudara yang tertimpa musibah serta meringankan beban mereka.

“Semoga bantuan ini minimal dapat meringankan beban mereka para korban banjir bandang di Kabupaten Jeneponto,” tambahnya.

Berdasarkan data BPBD Sulsel, hingga saat ini bencana Sulsel tercatat korban meninggal telah mencapai 78 orang, tiga orang dinyatakan masing hilang pascabanjir bandang di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Sementara lokasi bencana di Sulsel terjadi di 14 daerah seperti Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Selayar, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Tana Toraja.

Meski demikian hanya Kabupaten Gowa selain banjir, terjadi pula bencana tanah longsor dengan korban jiwa sebanyak 53 orang. sedangkan 13 daerah lainnya tercatat 25 orang korban jiwa dengan total 78 orang meninggal dunia.

Data BNPB mencatat bencana banjir, longsor dan puting beliung terjadi di 201 desa pada 78 kecamatan tersebar di 13 kabupaten kota di Sulsel masing-masing, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Jeneponto, Takalar, Bantaeng, Maros, Barru, Pangkep, Sidrap, Bantaeng, Selayar, Sinjai, Soppeng, dan Wajo.

Perhitungan BNPB akibat bencana tersebut, kerusakan fisik akibat banjir di Sulsel sebanyak 559 unit rumah rusak, 22.156 unit rumah terendam, 15,8 kilometer jalan terdampak, 13.808 hektare sawah terendam, 34 jembatan, dua pasar, 12 unit fasilitas ibadah, delapan fasilitas pemerintah, serta 65 unit sekolah (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya