HTTP Status[404] Errno [0]

Mengidentifikasi Fasum Fasos di Bumi Husada Indah

21 November 2019 14:57
Mengidentifikasi Fasum Fasos di Bumi Husada Indah

BugisPos — Masyarakat di kota Makassar agaknya sudah semakin cedsar dan kritis. Bila di masa lalu warga hanya diam-diam saja menempati kompleks perumahan tanpa mau tahu seberapa banyak fasum fasos yang disiapkan pengembang perumahan. Tetapi sekarang, hal itu sudah berubah. Masyarakat sudag cerdas menuntut haknya untuk disiapkan lahan fasum fasos,

Terkait hal itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Makassar melalui Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU), melakukan identifikasi fasum fasos di Kompleks Bumi Husada Indah yang terletak di Kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala, Jumat, 1/3/19.

Tim verifikasi PSU dari Disperkim Kota Makassar dipimpin langsung oleh Kabid PSU, Andi Gari Baldi didampingi oleh dua Kepala Seksi PSU. Hadir pula Andi Kamil Lurah Bangkala, Ketua LPM Bangkala, H. Haris, Ketua RW 01 Dg. Muntu, Ketua RT 04 Kompleks Bumi Husada Idaman dan beberapa warga ikut mendampingi tim PSU Disperkim dan pihak Pengembang yakni PT. Lintas Karya Pratama.

Identifikasi tersebut dilakukan, dimana sebelumnya warga kompleks Bumi Husada Indah, menggelar rapat warga yang meminta kepada pemerintah untuk turun melakukan verifikasi Fasum Fasos.

Dari keterangan Ketua RT, Arman, warga Kompleks Bumi Husada Indah mempertanyakan sarana atau lapangan, yang mana menurut warga lahan tersebut merupakan peruntukan lahan fasos dari pihak pengembang.

“Setahu kami itu adalah fasos dari pihak pengembang, acuannya kita merujuk kepada siteplannya tahun 2009, ” kata Arman.

Kondisi lahan fasos tersebut dari hasil identifikasi sampai saat ini masih dalam posisi kosong tanpa ada bangunan diatasnya.

Terkait kedudukan fasum dan fasum di Kompleks Bumi Husada Indah, setelah dilakukan peninjauan, Kabid PSU Andi Gari Baldi belum bisa mengambil keputusan apakah lahan tersebut apakah Fasos atau bukan. Namun kata Gari Baldi, jika mengacu kepada siteplan revisi tahun 2017, lahan tersebut sebagian fasos sebagian lahan komersil.

“Kita tidak dalam kapasitas menetapkan, yang pastinya kami melaksanakan tugas berdasarkan peraturan, melakukan verifikasi atau identifikasi yang mengacu kepada Siteplan hasil revisi 2017 lahan tersebut, baik secara administarasi atau yang tertuang dalam siteplan. Dalam siteplan tersebut menunjukkan sebagian untuk fasos sebagian komersil, ” terang Gari Baldi, Kabis PSU.

Mengenai dugaan adanya alihfungsi kata Gari Baldi, pihaknya belum sampai ke tahap tersebut, tetapi dari hasil identifikasi dan berdasarkan siteplan revisi 2017 fasum fasos di kompleks tersebut belum ditemukan alihfungsi. Kemudian lanjut Gari Baldi, status fasum fasos tersebut belum dalam status sebagai aset pemerintah, pasalnya pihak pengembang masih dalam proses tahap penyerahan.

“Kalaus status aset belum bisa dikatakan aset, karena pihak pengembang belum serahkan ke Pemerintah, ” kata Baldi.

Oleh karena itu langkah selanjutnya Tim Penyelamat Aset akan segera mengundang semua pihak terkait termasuk warga untuk duduk bersama dan membahas persoalan fasum fasos di Kompleks Bumi Husada Indah, tambah Baldi (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya