HTTP Status[404] Errno [0]

Kubelai Camatku ka Mereka Tidak Bersalah

02 March 2019 06:18
Kubelai Camatku ka Mereka Tidak Bersalah
Danny Pomanto

BugisPos – Walikota Makassar Danny Pomanto di awal Maret 2019 ini disibukkan oleh panggilan Bawaslu Makassar. Salah satu persoalan ialah terkait dengan video viral 15 Camat se kota Makassar dipimpin mantan gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, diduga bede melakukan pelanggaran Pemilu.

Terkait hal itu Danny Pomanto memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar, di Jalan Anggrek, Jumat 1/3/19.

Danny menjelaskan ke awak media, dirinya diperiksa untuk dua kasus. Pertama, karena gugatan Tim Capres 02 terkait video camat. Kedua, sekaitan video dirinya yang berisi konten “berjihad menangkan Jokowi” tercantum namanya lengkap dengan jabatan sebagai wali kota.

“Saya diperiksa terkait 2 kasus. Kasus pertama terkait video camat. Tim Paslon 02 menggugat saya soal kata ‘membela camat’. Kedua soal video saya, yang jihad ke Pak Jokowi. Kira-kira begitu. Tertulis juga nama (pada video) ‘Danny Pomanto Wali Kota Makassar’, walaupun saya tidak sebut itu ‘barang’,” jelasnya.

Danny menerangkan, perihal video dirinya yang dipermasalahkan itu, adalah video kedua yang dibuatnya. Sebanyak 20 video sejenis yang akan diproduksi. Adapun teks yang tertulis nama ‘Danny Pomanto’ lengkap jabatan sebagai wali kota, dirinya merasa sama sekali tidak memberikan tulisan itu pada videonya.

“Jadi kalau ada orang kasi’ nama yah urusannya orang itu, karena saya paham betul aturan. Sebagai Wali Kota Makassar harus netral. Tapi sebagai Danny Pomanto yah.. kan saya sebut di situ ‘Saya Danny Pomanto’. Itu sebenarnya kode bahwa saya secara pribadi,” tuturnya.

Sementara soal pembelaannya di video camat yang viral beberapa waktu lalu, Danny mengatakan jika memang camat dalam hal tersebut tidak dalam kondisi bersalah. Video itu diambil saat momen pencegahan narkoba.

Video itu, sebut Danny, adalah motivasi para camat untuk pemberantasan narkoba, tetapi telah dipotong-potong dan diedit sehingga seperti video dukungan untuk capres Jokowi-Ma’ruf.

“Saya bela camat karena camat itu tidak dalam kondisi salah. Apa yang mau dia gugat? Apa yang dia sebut? Dia sebut nomor? Dia sebut orang? Tidak kan? Dia cuma sebut saya camat, harga mati. Itukan masuk persoalan narkoba waktu itu. Pembelaan saya adalah karena dia bawahan saya. Apalagi setelah mereka cerita itu masalah narkoba,” jelas Danny.

“Saya faham hukum, mengerti hukum, dan taat hukum. Itu adalah motivasi saat pemberantasan narkoba. Ternyata disitu “saya camat ini kita lawan narkoba. Dipotong “lawan narkoba”. Terus “kecamatan ini bebas narkoba harga mati”, diputus di situ,” tegas Danny (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya