Evi Aprialty Kini Urus Nelayan dan Petani

14 March 2019 05:21
Evi Aprialty Kini Urus Nelayan dan Petani
Evi Aprialty

BugisPos — Evi Aprialty, SE, MM wanita yang terbilang kuat, tekun dan disiplin menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan OPD, adalah sosok kelahiran Palopo 17 April 1968. Kini menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian. Dia mengurus hasil laut yang diproduksi oleh nelayan di laut, sekaligus juga dia disibukkan memberi perhatian terhadap produksi pertanian di darat dalam wilayah kota Makassar.

Evi Aprialty, adalah mantan Kepala Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar,  juga mantan Kadis Koperasi dan UKM Kota Makassar yang sukses.

Tentu saja urusan Badan Arsip jauh beda dengan urusan Koperasi dan UKM.  Di Arsip ya ngurus kearsipan, perpustakaan dan mengelola penerbitan buku. Sedang di Dinas Koperasi, urusannya jauh berbeda, yakni dengan mengurus dan memberi pelayanan atas dinamika perkembangan Koperasi di Makassar, ditambah pula dengan urusan UKM yang bisa rumit bisa gampang. Dan kini urusan Evy fokus kepada tetek-bengek dunia perikanan dan pertanian.

Sejak menjabat Kadis Perikanan dan Pertanian (DP2) Evi kepada penulis menuturkan, dirinya mulai menggmuli urusan perikanan dan pertanian dengan memperbanyak sosialisasi. Sosialisasi tentang dunia perikanan dan pertanian itu maha penting agar dunia nelayan dan petani di Makassar bergerak lebih produktif.

Mengurus sekaligus dua dunia yang berbeda, dunia nelayan dan petani di darat, tentulah punya tantangan tersendiri. Namun bagi Evy, karena adalah amanah dari pimpinan, maka harus digeluti dengan baik dan serius

Dalam menakhodai DP2 kota Makassar, Evi punya prinsip kerja yang cukup strategis dalam memenej pegawai bawahannya. Bagi Evi, komunikasi timbal balik yang positif dengan bawahan itu sangat penting dan mesti dilakukan dengan intens. Komunikasi dengan bawahan tak boleh disepelekan demi meningkatan kinerja dan kelancaran pelaksanaan program kerja.

Kata Evi, biarpun dia berada di hutan sekalipun dia akan tetap bisa berkomunikasi dengan bawahannya demi kelancaran tugas-tugas di kantor. Rupanya Evi benar-benar memanfaatkan sarana komunikasi WhatsApp  sesuai arahan Walikota Danny Pomanto.

Evi menugaskan seorang stafnya khusus mengoperasikan WhatsApp sebagai sarana komunikasi antara pimpinan dan jajaran bawahan di kantornya, Balaikota Makassar. Pola itu berlanjut ke Dinas Koperais dan UKM, kemudian pada saat sekarang sebagai nakhoda DP2 Makassar yang kini menempati kantor baru di kompleks Dinas-dinas Maccini Jl.Urip Rumoharjo.

Evi yang lulus CPNS golongan III.a tahun 1992 ini, kini telah berpangkat IV.b dimana kariernya dimulai di Bappeda Makassar. Tahun 1995 dia sudah menjabat Kaur Rencana Kegiatan Bappeda, lalu jadi Kasi Pengumpulan Data Bappeda tahun 1996, selanjutnya menjabat Kasi Sosial Budaya Bappeda tahun 1999. Tahun 2001 dia menjabat Kasubid Pengembangan Kawasan dan tahun 2003 menjabat Kasubid Pengembangan Potensi Daerah Bappeda Makassar.

Tahun 2005 Evi pindah ke Disnaker Makassar menjabat Kasi Keselamatan & Kesehatan Kerja, kemudian tahun 2008 menjabat Kabid Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar. Di kantor yang sama dia beralih jadi Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat tahun 2009.

Tahun 2013 Evi diangkat jadi Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Kota Makassar, lalu kemudian tahun 2014 dimutasi dengan jabatan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar. Dan akhirnya dia kembali menakhodai Badan Arsip, Perpustakaan dan Pengolahan Data Makassar sejak tanggal 12 Pebruari 2015.

Evi menghabiskan masa kecilnya di Lalebata Kab. Luwu. Dia tamat SD di Lalebata tahun 1980, kemudian tamat SMP Frater Luwu tahun 1983. Ijazah SMA Ipa dia peroleh di SMAN 2 Ujung Pandang tahun 1996. S1 jurusan Ekonomi Study Pembangunan UMI diselesaikan tahun 1993, dan S2 Manajemen STIE-PBM diselesaikan tahun 2012.

Pendidikan dan Pelatihan yang pernah dilalui Evi, yakni ADUMLAH tahun 1998, Diklat PIM tahun 2003. Pelatihan teknis yang pernah diikuti, yakni Pelatihan Penetapan Ruang, 1993 ; PJM-P3KT Makassar, 1998 ; Persiapan Penyusunan Anggaran Kinerja Daerah tahun 2001 ; Provincial Project Manajemen Unit (PPMU) And PPIS Sulsel, 2001 ; dan Diklat District and Provincia Planning Jakarta, 2002.

Evi yang menerima Satya Lencana 20 Tahun ini dalam menggeluti tugas-tugasnya memenej pegawai, lebih condong membangun komunikasi kekeluargaan. Menegur atau memarahi bawahan adalah hal biasa saja namun hal seperti itu bagi Evi tak boleh berlama-lama sehingga dapat menimbulkan antipati di antara atasan dan bawahan. Karena teguran sifatnya untuk perbaikan kinerja, maka bawahan yang kena teguran akan secepatnya suasana dicairkan sehingga bawahan lebih bersemangat dalam bekerja untuk mengejar Makassar dua kali tambah menuju Kota Dunia yang nyaman untuk semua (Usdar Nawawi)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya