HTTP Status[404] Errno [0]

Bupati Andi Sukri Hadiri Rakor Pelaksanaan Pemilu di Makassar

26 March 2019 09:17
Bupati Andi Sukri Hadiri Rakor Pelaksanaan Pemilu di Makassar

BugisPos.- Rapat Koordinasi pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 berlangsung Senin (25/3) di Maccora Ballroom Rinra Hotel, Makassar, dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Pangdam XIV Hasanuddin, Wakapolda Sulsel, Ketua KPU Sulsel, Bawaslu Sulsel, BIN, para Dandim, para Kapolres dan juga dihadiri Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali bersama sejumlah Bupati di Sulsel, membicarakan kesiapan Pemilu 2019 serta hambatan, selain itu juga membahas rencana gelar pasukan pengamanan TNI POLRI.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, seperti disampaikan Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali kepada awak BugisPos.com menyatakan anggaran pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di Sulsel cukup besar, sehingga diharapkan partisipasi pemilih juga besar dan pada kesempatan itu, Gubernur mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.

Menurut Gubernur, setiap tahun kita mengeluarkan anggaran APBN yang cukup besar, tentunya kata Nurdin Abdullah, kita berharap lebih gencar lagi mengajak masyarakat menggunakan hak suaranya. ” Partisipasi pemilih pada pemilu, turut menentukan keberhasilan bangsa lima tahun kedepan,” sebut mantan Bupati Bantaeng ini.

Sementara itu, Misna Attas, Ketua Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan menyebut jumlah pemilih di Sulsel merupakan yang terbesar di Indonesia Timur, dan KPU Sulsel telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 6.159.375 jiwa yang tersebar di Kabupaten kota di Sulsel.

Misna memaparkan, pemilih yang keluar dari Sulsel sebesar 22.153 jiwa, sedangkan yang masuk sebanyak 17.126 jiwa. Meki begitu katanya, hal tersebut tidak menjadi kendala, apalagi indeks demokrasi di Sulsel mencapai angka 70 persen.

Sedangkan berdasarkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), KPU Sulsel diberikan target pencapaian partisipasi pemilih yang telah memberikan hak suaranya di TPS yakni 77,5 persen.

“Indeks demokrasi kita diharapkan tidak turun pada angka yang lebih rendah lagi saat pelaksanaan pemilu 2019,” harapnya. -*Suaedy.-

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya