HTTP Status[404] Errno [0]

FGD Pinrang Tangkalki Paham Radikal dan Anti Pancasila

25 March 2019 14:03
FGD Pinrang Tangkalki Paham Radikal dan Anti Pancasila

BugisPos – Pihak Satuan Binmas Polres Pinrang bersama para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda yang di dampingi oleh masing masing Babinkamtibnas dari 12 (dua belas) kecamatan pada hari Senin (25/3/2019) pukul 10.45 wita telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan focus group discussion tersebut dipusatkan di Ballroom The M Hotel Jalan Jendral Sudirman kelurahan Maccorawalie kecamatan Watang Sawitto kabupaten Pinrang dengan mengangkat tema
“menangkal paham radikal dan anti pancasila guna mewujudkan pileg serta pilpres tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk”.

Kasat Binmas AKP Adinal Alam saat di temui diakhir acara FGD mengatakan, ” kegiatan Focus group discussion ini dilaksanakan oleh seluruh Polres yang ada Sulawesi Selatan dan disepakati terlaksana pada bulan Maret. kemarin sedianya kami laksanakan pada tanggal 19 Maret 2019, namun karena bertepatan dengan kedatangan Kapolda Sulsel di Mapolres Pinrang, makanya kami undur dan dilaksanakan pada hari ini di M hotel Pinrang.

“Kegiatan ini intinya guna mewujudkan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk khususnya di kabupaten Pinrang. Dan keyakinan kami Pileg dan Pilpres Tahun 2019 akan berjalan aman dengan bantuan dari masyarakat sekalian” lanjut Adinal.

“Olehnya itu, masyarakat yang hadir di tempat ini akan diberikan pemahaman melalui materi tentang menangkal paham radikal dan anti pancasila yang akan dibawakan oleh pemateri bernama Ustadz Abdullah Wahab, Lc dan akan kita simak bersama-sama” ulasnya lagi.

“Setelah masyarakat nantinya telah mendapatkan meteri dan memahami isi dari materi tersebut, selanjutnya saya atas nama pimpinan dalam hal ini Kapolres Pinrang menghimbau dan mengajak seluruh warga Kabupaten Pinrang untuk mendeklarasikan sampai ke tingkat bawah agar bersama sama menjaga berlangsungnya Pileg serta Pilpres Tahun 2019 yang aman, damai dan sejuk khususnya di kabupaten Pinrang” pungkas Adinal.

Hal senada disampaikan oleh pemateri kegiatan FGD Ustadz Abdullah Wahab (MUI Kabupaten Pinrang), dalam pemberian materinya mengatakan kepada peserta “bahwa sistem di Indonesia adalah yang dibenci. Sehingga semua yang terlibat dalam sistem Indonesia dianggap orang kafir, hal tersebut yang menyebabkan dirinya melakukan aksi teroris”.

“Dalam hubungannya dengan Pileg dan Pilpres tahun 2019, salah satu ciri paham radikal adalah menyebarkan berita bohong (hoax) yang bisa mengubah Pileg dan Pilpres menjadi tidak aman. Mari bersinergi dalam menangkal paham radikal dan anti pancasila, boleh mendukung satu calon tetapi tidak boleh fanatik dengan dukungan kita karena hal tersebut bisa berubah menjadi lawan demikian pula sebaliknya” kata Wahab.

“Tips menghindari berita bohong (hoax) adalah dengan cara memperjelas berita terlebih dahulu sebelum melemparnya kembali ke publik. Ciri paham radikal dan anti Pancasila lainnya dalam hubungannya dengan Pileg dan Pilpres tahun 2019 adalah money politik yang dalam ajaran agama hal tersebut sangat dilarang, demikian juga dalam UU. Dan ciri lainnya termasuk orang – orang yang curang menghalalkan segala macam cara dalam mencapai tujuannya” pesannya lagi.

“Golput juga termasuk tindakan radikal dan anti pancasila jika tidak punya alasan yang jelas, karena dalam Al Quran wajib memilih pemimpin” tambahnya.

Dia menambahkan bahwa, dengan terlalu banyaknya kelompok dalam islam yang dapat menguntungkan orang lain serta bisa saja memperalat kita, hal tersebut juga bisa menimbulkan pileg dan pilpres yang tidak aman.

“Mari memperbaiki persatuan dan kesatuan dengan membina akal pikiran yang sehat dalam melaksanakan pileg dan pilpres tahun 2019 di kabupaten Pinrang”, tutupnya (AAD).

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya