Mertua Cabut Laporanna, Ternyata “Anunya” tidak Besarji Tawwa

27 March 2019 22:58
Mertua Cabut Laporanna, Ternyata “Anunya” tidak Besarji Tawwa

BugisPos – Kasus meninggalnya Jm (23) Senin (25/2) yang tinggal di RT 003 RW 001, Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, yang diduga meninggal karena kelamin suaminya, Br yang ukurannya tak wajar alias terlalu besar.

Pelaporan kasus tersebut akhirnya dicabut oleh sang mertua Ns (55), orang tua Jm sendiri, setelah dimediasi oleh pihak kepolisian setempat.

Ternyata meninggalnya Jm bukan karena kelamin suaminya. Tetapi lantaran penyakit epilepsinya kambuh saat berhubungan badan dengan suaminya.

Hal tersebut ditegaskan Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto, Rabu (27/3) siang saat berada di Kota Probolinggo.

Menurutnya, korban meninggal bukan lantaran kelamin suaminya yang ukurannya di atas normal. Tetapi karena saat pengantin baru itu berhubungan badan, epilepsi sang istri kambuh.

“Ya, penyebabnya itu. Karena korban punya riwayat penyakit epilepsi,” tegas kasat reskrim.

Selain berdasarkan keterangan orang tua korban, Jm memiliki riwayat penyakit seperti itu berdasarkan keterangan dokter.

Penyidik juga telah memintai keterangan Br suami korban. dan melihat langsung alat vital yang bersangkutan.

“Kami minta anunya ditunjukkan. Ternyata setelah saya lihat, ukurannya normal. Tidak besar seperti kabar yang beredar,” ungkapnya.

Sebelumnya, orang tua Jm melaporkan menantunya yang diduga menjadi penyebab kematian anaknya. Ns melapor ke polisi lantaran mendengar informasi kalau alat vital menantunya di atas rata-rata.

Seperti dilansir oleh Batunews, AKP Riyanto menjelaskan kronologi kejadian hingga Jm meninggal di atas ranjang.

“Malam itu, pasangan pengantin baru tersebut melaksanakan kewajibannya sebagai suami istri. Bahkan, menurut kasat reskrim, orang tua perempuan Jumatri sempat mengintip anaknya bercinta dengan suaminya. Tahu anaknya berhubungan badan, orang tua senang dan kembali tidur di kamarnya. Si ibu senang melihat anaknya gituan. Ngintip sebentar, lalu si ibu kembali ke kamarnya,” kisah Riyanto.

Setelah berhubungan intim, Br kemudian keluar rumah, tahu menantunya keluar usai berhubungan suami istri, sang ibu kembali mengintip anaknya.

“ibunya melihat Jm tengkurap di atas dipannya sendirian, sang ibu balik lagi ke kamarnya, dikira anaknya tidur akibat capek setelah bercinta dengan suaminya,” ujar kasat.

Paginya, Jm meninggal dunia dan setelah kepalanya diangkat dari mulutnya keluar busa meski tidak terlalu banyak.

Warga pun heboh lantaran korban yang sehat walafiat tiba-tiba ditemukan meninggal.

“Kronologinya seperti itu. Tidak benar kabar kelamin suami korban besar,” pungkas AKP Riyanto. (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya