HTTP Status[404] Errno [0]

DPRD Dorong Petani Kakao Mamuju Kembangkan Teknologi Sambung Pucuk

14 July 2019 21:07
DPRD Dorong Petani Kakao Mamuju Kembangkan Teknologi Sambung Pucuk
Sukri Umar

BugisPos – Langkah maju yang tengah dilakukan di Sulbar, ialah soal bagaimana upaya sehingga petani Kakao di daerah ini dapat lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya.

DPRD dan Pemprov Sulawesi Barat menyiapkan ribuan sambung pucuk kakao untuk membantu petani mengembangkan tanaman kakao yang ada di wilayah Kabupaten Mamuju.

“Tahun ini telah disiapkan anggaran sambung pucuk kakao untuk dikembangkan petani di Kabupaten Mamuju,” kata Anggota DPRD Sulawesi Barat, Sukri Umar di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu 31/3/19.

Ia mengatakan DPRD Sulbar telah mendukung langkah pemerintah untuk meningkatkan produksi kakao Mamuju dengan memprogramkan bantuan sambung pucuk kakao itu.

“Ribuan sambung pucuk kakao disiapkan untuk disalurkan ke petani dan diharapkan produksi kakao Sulbar dapat mengalami peningkatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Mamuju ini,” katanya.

Menurut dia, peta petani di berbagai wilayah di Kabupaten Mamuju mengeluh karena tanaman kakaonya terserang Vascular Streak Dieback (VSD) atau penyakit pembuluh kayu sehingga tidak dapat lagi berproduksi secara optimal.

“Ratusan hektare kakao sudah diserang hama sejak tiga tahun terakhir, hama tersebut selalu membuat petani gagal panen, sehingga tentu tidak akan membuat petani dapat sejahtera,” katanya. Oleh karena itu, lanjut dia, langkah cepat dalam rangka melakukan antisipasi serangan penyakit tersebut diprogramkan sambung pucuk kakao.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulbar Ir Tanawali mengatakan program sambung pucuk kakao tersebut akan dilaksanakan dengan model demplot, dan pemerintah juga berharap agar kakao tetap menjadi andalan dalam mengembangkan ekonomi daerah di sektor perkebunan (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya