Sudah Dibayar mi Tauwwa Gaji dan Insentif Pegawai di RSUD Bulukumba

13 May 2019 11:46
Sudah Dibayar mi Tauwwa Gaji dan Insentif Pegawai di RSUD Bulukumba

BugisPos,- Manajemen RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, ternyata telah menyelesaikan dan membayarkan sejumlah gaji dan insentif pegawai, khususnya bagi pegawai rumah sakit yang Non PNS

“Sudah dibayarkan sejak tanggal 8 Mei 2019 lalu melalui rekening pegawai masing – masing” jelas Direktur RSUD, dr. H. Abdur Rajab H,MM

Menanggapi pemberitaan dibeberapa media online, yang menyebutkan seolah-olah managemen RSUD mengabaikan hak pegawai rumah sakit khususnya Non PNS, dr. Rajab menyayangkan adanya anggapan tersebut, bahkan dirinya menyampaikan itu merupakan sesuatu yang sangat keliru.

Pasalnya, di RSUD HA.Sulthan Dg Radja Bulukumba yang menjadi prioritas utama adalah gaji para pegawai Non PNS

“Bahkan kami yang PNS rela menunggu berbulan-bulan demi mendahulukan yang bukan PNS”, tegasnya

Menurutnta, ini merupakan bukti kongkrit dan wujud perhatian Manajemen RSUD, karena mereka faham betul terkait tugas dan beban kerja yang diembang oleh teman-teman

Dijelaskan, beberapa gaji yang sudah dibayarkan tersebut, yakni gaji Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP), sudah dibayarkan bulan Maret dan April, gaji Satpam (Security), Sopir, Cleaning Servis (CS), dan petugas Loundry untuk bulan April juga sudah dibayarkan.

Demikian juga dengan gaji Non PNS pada bagian Administrasi dan Pelayanan untuk Maret juga sudah terbayarkan. Dan terakhir Insentif jaga bergilir bagi pegawai Non PNS untuk bulan Maret juga sudah dibayarkan

Meski demikian, dr. Rajab mengakui adapun gaji pegawai Non PNS di bulan April yang belum masuk, itu disebabkan masih menunggu rekapan SPJ-nya.

“Jika semuanya sudah rampung, kenapa tidak kita bagikan. Saya tegaskan, Manajemen RSUD tidak berhak menunda maupun mengulur-ulur yang menjadi hak pegawai”. Tegas Rajab.

Senada disampaikan Kasubag Humas dan Promkes, Gumala Rubiah, bahwa tidak pernah ada niatan maupun sikap dari manajemen yang mengabaikan hak teman-teman.

Proses pembayaran kata Mala saoaan akrabnya, harus melalui mekanisme pembayaran jasa diantaranya pembuatan SPJ- yang tentunya membutuhkan waktu.

Mala menambahkan, dengan adanya keterlambatan pembayaran jasa pegawai, semata- mata tidak ada kaitannya dengan kunjungan benchmark ke Bandung, semua sudah ada posnya masing-masing dalam RAB

“Harus diketahui, dalam akreditasi benchmaking mutlak dilakukan, karena sangat mempengaruhi penilaian surveyor, dan RSAU Dr. Salamun merupakan rumah sakit yang direkomendasikan oleh KARS,” terang Mala.

Artinya, masih kata ibu berhijab ini, bahwa RSAU Dr. Salamun memang layak dikunjungi dan menjadi tujuan benchmark, tentunya dengan pertimbangan tipe rumah sakit yang sama. Tidak mungkin kita melakukan benchmark di rumah sakit dengan tipe yang rendah, maupun yang lebih tinggi dari RSUD Bulukumba,

Semuanya harus berasaskan kesamaan, keserasian atau dengan kata lain yang relevan dengan RSUD Bulukumba, terlebih lagi Dr. Salamun merupakan rumah sakit pertama kali yang melakukan reakreditasi SNARS Edisi 1 dengan peringkat Paripurna

“Saya berharap, ini dapat dipahami sehingga tidak menjadi polemik yang berkepanjangan. Saya tahu kita semua peduli dengan rumah sakit, olehnya itu “Mariki” sama-sama menjadi agen pengawal jalanannya pelayanan kesehatan, karena rumah sakit ini miliki kita semua”. Harap Mala.- Humas RSUD / Suaedy

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya