Tomy, Tidak Usah mi Perdebatkan Siapa Buat ki Pinisi

17 May 2019 12:53
Tomy, Tidak Usah mi Perdebatkan Siapa Buat ki Pinisi

BugisPos,- Hari ke empat Safari Ramadan di Kecamatan Bontobahari, ada yang menarik disampaikan Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto yang memimpin tim 2, bahwa warga Bontobahari jangan seperti katak dalam tempurung.

Istilah “seperti katak dalam tempurung” biasanya dimaksudkan bagi seseorang atau kelompok yang tidak berpandangan luas.

Menurutnya, saatnya masyarakat Bontobahari tidak lagi seperti katak dalam tempurung. Maksudnya apa? bahwa jangan ki lagi selalu berdebat siapa yang membuat itu Pinisi, apakah orang Bira, Lemo-lemo atau orang Ara.

Bontobahari telah menjadi ikon,  sudah dikenal,  bahwa di sini ada namanya Pantai Tanjung Bira yang cukup mendunia, dan ada juga para ahli pembuat Pinisi yang telah dijadikan lambang daerah Bulukumba, dan sudah mendapatkan pengakuan dunia sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda.

“Cukup mi itu perdebatan, karena Pinisi sudah diakui oleh dunia. Yang lebih penting bagaimana pengakuan dunia itu memberikan manfaat bagi warga Bontobahari,” harapnya saat memberikan sambutan di Masjid Babul Taubah Kelurahan Sapolohe, Kamis (16/5)

Salah satu manfaat dikenalnya Pinisi menurut Tomy, adalah pemerintah memprioritaskan menyelesaikan infrastruktur di Bontobahari. ” Tidak semua daerah seperti Bontobahari mendapatkan bantuan pemerintah Provinsi dengan nilai Rp.23 miliar yang bertujuan untuk percepatan pengembangan pariwisata,” sebutnya.

Dengan kondisi tersebut,diharapkan masyarakat membangun kebersamaan, harus membangun kerjasama dengan yang lain, agar Bontobahari bisa lebih berkembang.

” Tahun 2019 ini saja ada bantuan pembangunan jalan dari Pemerintah Provinsi yang khusus diperuntukkan di Kecamatan Bontobahari sebesar Rp. 23 miliar. Belum lagi dana DAU dan DAK APBD yang masuk di Bontobahari, termasuk akan dibangun pedestrian-pedestrian di Ara dan Bira sekitar Rp. 6 miliar yang bertujuan mendorong percepatan potensi pariwisata kita,” katanya dihadapan jamaah shalat tarawih.

Mendapingi tim 2 Safari Ramadan H. M. Nur yang juga merupakan Direktur PDAM Bulukumba yang menyampaikan ceramah tarwih terkait bahaya menyebarkan berita bohong (hoaks). Dia menceritakan jika orang pertama yang terpapar hoaks adalah Nabi Adam AS. Dia mempercayai hoaks yang disampaikan oleh syaitan, bahwa kalau dengan memakan buah khuldi, maka Adam akan menjadi kekal bersama Hawa, seperti disampaikan Humas Pemkab Bulukumba melalui group WA.- Suaedy.-

 

 

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya