HTTP Status[404] Errno [0]

Suka Tidak Suka, Perwali Gudang Harus ki Dipatuhi

28 May 2019 06:19
Suka Tidak Suka, Perwali Gudang Harus ki Dipatuhi
Sosialisasi pengawasan pergudangan di Hotel D’Maleo,

BugisPos — Masalah gudang dalam kota Makassar memang sudah cukup menyita pikiran dan tenaga untuk menertibkannya. Sepanjang sejarah pelaksanaan aturan di Pemkot, masalah gudang yang paling rumit penangananya.

Terkait hal itu, Dinas Perdagangan (Disdag) kota Makassar menggelar sosialisasi pengawasan pergudangan di Hotel D’Maleo, Kamis (2/5/2019) yang melibatkan para pelaku usaha gudang se Makassar.

Kegiatan ini dibuka oleh Wali kota Makassar yang diwakili Asisten II bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sosial Andi Irwan Bangsawan, didampingi Sekretaris Disdag Makassar Andi Fadli,

“Tujuannya ialah memberikan pemahaman kepada pelaku usaha khususnya usaha pergudangan yang ada di kota Makassar, terkait Perwali kota Makassar nomor 16 tahun 2019 tentang penataan, pembinaan dan pengawasan pergudangan yang baru baru ini diterbitkan.” tutur Irwan Bangsawan.

Perkembangan kota Makassar yang pesat mendorong pemerintah kota menciptakan regulasi yang sesuai dengan kebutuhan saat ini, seperti pengawasan pergudangan dan sanksinya lanjut Irwan.

“Kita berharap ada kesimpulan yang dibangun bersama, sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan ini. Peraturan ini harus ditegakkan, ada aparat kepolisian yang akan menindaki.” tukasnya.

Di tempat sama, Kepala Seksi Pengkajian Pelanggaran Perdagangan dan Perindustrian, Erwin Aziz menjelaskan, perwali nomor 16 tahun 2019 melengkapi (revisi) perwali nomor 93 tahun 2005 tentang pergudangan.

“Perwali ini hasil revisi dari perwali nomor 93 tahun 2005 tentang pergudangan. Pada dasarnya kita menambah beberapa aturan yang disesuaikan dengan kebutuhan kondisi kota Makassar saat ini.” jelas Erwin.

Aturan yang bertambah itu antara lain pemilik gudang harus memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG) dan Surat Keterangan Penyimpanan Barang (SKPB). Juga pengusaha atau pengelola gudang wajib melaporkan jumlah barang yang simpan di gudangnya kepada Dinas Perdagangan.

Selain itu, ada juga sanksi bagi pemilik gudang yang melanggar aturan ini, mulai dari penutupan sementara, pembekuan TDG sampai pencabutan ijin usaha perdagangan

“Suka tidak suka, apapun namanya jika itu pelanggaran, tetap harus mengikuti aturan ini. Apalagi melihat aktifitas gudang dalam kota sudah sangat mengganggu pengguna jalan dan masyarakat.” pungkas pria yang turut terlibat menyusun draft Perwali ini (**)

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya