Hendrik : Bang Hasan Sudah Seperti mi Orang Tua Saya

03 June 2019 07:59
Hendrik : Bang Hasan Sudah Seperti mi Orang Tua Saya
Hendrik mencabut laporan di Polres Pelabuhan Makassar, Handrik dan Hasan Basri pun berdamai (**)

BugisPos —  Peristiwa yang diklaim sebagai pengancaman senjata api jenis pistol yang dilakukan owner Hasan Basri (Bang Hasan) terhadap salah seorang pedagang di MTC Karebosi, Hendrik, yang kemudian menjadi viral di medsos beberapa hari terakhir ; Ujung-ujungnya berakhir dengan perdamaian pada  Jumat 31/5/19 di Mapolres Pelabuhan Makassar.

Abrrahm

Hendrik yang datang ke Mapolres, didasarkan karena dirinya telah memaafkan Bang Hasan. Hendrik kemudian mencabut laporannya atas diri Bang Hasan.

 

“Saya cabut laporan saya lantaran saya sudah menganggap Bang Hasan orang tua saya sendiri. Saya datang ke penyidik untuk menghentikan laporan saya, tanpa intevensi dari pihak mana pun” tegas Hendrik.

 

“Hendrik mencabut laporan yang dibuat di Polres Pelabuhan dengan melampirkan surat permintaan maaf. Dengan perdamaian ini kita harap dapat dipahami oleh kedua pihak,” ujar Kapolres Pelabuhan AKP Aris Bachtiar di Mapolres, Sabtu 1/6/2019 kepada awak media.

Hubungan bisnis antara Hendrik dengan Bang Hasan sebetulnya sudah lama terjalin. Hendrik menyewa tempat jualan di MTC milik Bang Hasan. Dari hubungan bisnis tersebut terkadang muncul ketegangan yang sifatnya insidentil antara pengelola MTC dengan para mitra pedagang MTC termasuk Hendrik. Dan hal itu telah menjadi hal yang biasa saja di MTC. Bahkan Bang Hasan yang biasa menegur Hendrik lantaran ada laporan dari pedagang lainnya, karena Bang Hasan menganggap Hendrik sebagai anaknya sendiri. Dan Hendrik pun telah menganggap Bang Hasan sebagai orang tuanya.

Kasus Selesai

Dengan adanya perdamanian yang dilakukan antara Hendrik dengan Bang Hasan, maka praktis kasus ini sudah berakhir. Hal itu disebabkan karena kasus yang ditangani Polres Pelabuhan atas laporan Hendrik yang menyatakan dirinya diancam pistol pada Minggu 26/5/19 di lobby Hotel Condotel, kemudian laporan tersebut dicabut oleh Hendrik pada Sabtu 1/6/19.

Praktisi hukum DR Ansar Makkuasa, SH,MH berpendapat, keputusan Hendrik mencabut laporannya di Mapolres, hal itu adalah merupakan hak pribadi Hendrik, yang tentunya tak bisa diintervensi oleh pihak lain atau oleh siapapun. Hendrik berhak membuat keputusan atas dirinya sendiri, tanpa terpengaruh oleh pihak lain.

Ansar Makkuasa berpendapat, bila ada pihak yang menganggap kasus tetap harus diproses meskipun antara Hendrik dan Bang Hasan sudah berdamai, hal itu adalah pendapat yang keliru.

Kata Ansar, kasus ini muncul sebab ada pengaduan, Ada laporan polisi. Tetapi ketika si pelapor mencabut laporannya, maka kasus harus ditutup dan status tersangka digugurkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres Pelabuhan AKP Aris Bachtiar mengatakan, terkait kepemilikan senjata api, tidak ada masalah karena Bang Hasan mengantongi izin. Tapi, untuk saat ini senjata tersebut masih dilakukan penyitaan dan selanjutnya akan kembali dilakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya, apakah izin kepemilikan dicabut nantinya atau tidak.

“Bang Hasan mempunyai izin kepemilikan senjata api. Dengan kasus ini, kita akan melakukan evaluasi dan masukan kepada Dir Intel dan bisa saja akan dilakukan penarikan kepemilikan senjata apinya,” pungkasnya (**)

 

 

Bugispos.com adalah media online yang
menyajikan berita terbaru dan populer, baik hukum, kriminal, peristiwa, politik, bisnis, entertainment, event serta berita lainnya